Tampilkan postingan dengan label Arkeology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeology. Tampilkan semua postingan

Penemuan Bangunan Hidrolik Kuno Di Situs Ngurawan Madiun


Penemuan, Bangunan, Hidrolik, Kuno, Di, Situs, Ngurawan, Madiun

- Para arkeolog Yogjakarta berhasil menemukan Bangunan Hidrolik Kuno bercorak Majapahit di situs Ngurawan, Dusun Ngrawan, Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Madiun, Jawa Timur, Indonesia. Yang dalam ekskavasi selama 6 hari dari tanggal 15-20 Desember 2014 terdapat umpak dari batuan andesit bertuliskan tahun 1320 saka atau 1398 masehi.

Menurut Hery Priswanto, seorang peneliti Arkeologi Yogjakarta mengatakan "keberadaan struktur bangunan berteknologi keairan (hidrolik) Majapahit ini terindikasi saat tim mengekskavasi empat kotak galian di sektor Ngurawan II yang terdapat bangunan yang tersusun dari 20 lapis batu bata dengan sisa endapan lapisan pasir halus di bagian bawahnya".

"Dugaan sementara kami, ini adalah Bangunan Hidrolik. Namun spesifikasinya sendiri belum ketemu, apakah itu semacam pertirtaan, segaran atau penampungan air. Yang jelas, ada bekas aliran air di tempat itu," kata Hery saat dihubungi dari Jakarta, Minggu 4-1-2015.

Melihat ukurannya batu bata penyusun struktur bangunan hidrolik ini mirip dengan batu bata peninggalan era Majapahit. Setiap batu bata memiliki ketebalan sekitar 7 Cm dengan lebar 20 Cm dan panjang mencapai 42 Cm.

Ciri-ciri peninggalan Majapahit makin dikuatkan dengan ditemukannya batu umpak (batu penyangga tiang kayu rumah) di sektor Ngurawan I yang bertuliskan tahun 1320 saka atau 1398 masehi. Jika ditilik dalam sejarah angka tahun tersebut menunjuk periode beberapa tahun setelah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk. Selain umpak, ditempat ini juga ditemukan arca dan yoni.

Di sektor Ngurawan IV atau Kedaton, Tim peneliti kembali menemukan artefak-artefak Kerajaan Majapahit seperti fragmen timbikar, terakota dan koin. Beberapa contoh pecahan dari tanah liat yang ditemukan diantaranya periuk, genteng dan ukel.

"Koin yang kami temukan diperkirakan sebuah mata uang asing dari Tiongkok. Pada masa itu, Kerajaan Majapahit sudah memasuki era perdagangan terbuka dengan luar negeri," ujar Hery.

Selain situs Ngurawan, disekitar Madiun terdapat 12 lokasi lain yang potensial memiliki peninggalan arkeologis. Arkeolog senior Mudardjito mengatakan "belajar dari kasus-kasus pengrusakan dan pencurian benda-benda bersejarah di sejumlah situs di Indonesia, penemuan situs-situs baru segera ditindaklanjuti dalam upaya penyelamatan dan kelestarian,"   

Dengan adanya Penemuan Bangunan Hidrolik Kuno Di Situs Ngurawan Madiun ini membuktikan bahwa Bangsa Indonesia telah maju sejak zaman dahulu kala dan kita sebagai penerusnya dapat menjadikannya sebagai sumber pelajaran sejarah.

Sumber: Kompas           

 

Misteri Penemuan Makam Kuno Di Yunani Akan Segera Terungkap


Misteri, Penemuan, Makam, Kuno, Di, Yunani, Akan, Segera, Terungkap
Gambar: Pintu masuk makam di Amphipolis

- Tim arkeologi yang dipimpin oleh Katerina Peristeri berhasil menemukan kerangka manusia yang tersebar didalam dan diluar makam kapur berbentuk kotak yang berada 5,3 meter dibawah ruang ketiga makam. Di Amphipolis, Yunani bagian utara.

Menurut study maskrokopik tulang yang dilakukan oleg perguruan tinggi di Thessaloniki dan Thrace akan memberikan jawaban tentang jenis kelamin, usia dan tinggi tengkorak yang baru ditemukan tersebut.

Kementerian Kebudayaan Yunani mengatakan,"kerangka yang ditemukan secara misterius tersebut berada pada tempat yang berukiran indah,".  

Temuan yang sangat luar biasa oleh tim arkeologi ini dengan kepala Sphinx terpenggal dan dinding makam yang dijaga oleh caryatids kolosal (patung perempuan) dan lantai yang di hiasi dengan mosaik yang sangat menakjubkan.

Menurut kementerian Yunani kebocoran di internet tentang hasil penemuan tersebut tidaklah mendasar dan Website resmi kementerian Yunani hanya menjelaskan bahwa kerangka tersebut berasal dari zaman pemerintahan Alexander Agung dari akhir abad ke-4 SM 

Menurut informasi dari Amfipoli News menulis bahwa kerangka tersebut adalah seorang wanita berusia 54 tahun yang kemungkinan besar adalah Olympias, Ibu Alexander Agung.

Menurut Andrew Chugg dalam ulasannya di "The Quest untuk makam Alexander Agung" dan sarjana pertama yang menyarankan Olympias sebagai penhuni makam, pernyataan Kementerian Yunani tidak benar-benar bertentangan dengan kebocoran bahwa kerangka tersebut adalah seorang wanita berusia 54 tahun,"

"Itu menunjukkan bahwa pemeriksaan kerangka telah dilakukan dan telah menunjukkan hasil yang baik. Sedangkan Kementerian Yunani akan mengumumkan tentang hal tersebut pada bulan Januari tahun depan seperti yang telah dijanjikan," kata Chugg Discovery News.

Diceritakan bahwa Putri dari wilayah Epius di barat laut semenanjung Yunani, Olympias memainkan peran penting dalam perebutan kekuasaan yang di ikuti oleh kematian suaminya Philips II dan putranya Alexander Agung.

Usahanya untuk menjadikan cucunya Alexander IV sebagai satu-satunya raja pada sebuah kerajaan besar diambil oleh musuhnya Cassander dan membunuh Olympias pada 316 SM.

Departemen Kebudayaan Yunani menyatakan bahwa penyelidikan pada kerangka yang masih misterius tersebut merupakan program penelitian yang akan terus berlanjut untuk menganalisis semua kerangka yang berjumlah 300 kerangka yang berasal dari daerah Amfipolis dari periode 1000 SM sampai 200 SM. Proyek ini diperkirakan akan berlangsung selama 20 bulan.

Sumber: Discovery.com
       

Penemuan Logam Orichalcum Di Kapal Yunani Kuno Berusia 2.600 Tahun

 Penemuan, Logam, Orichalcum, Di, Kapal, Yunani, Kuno, Berusia, 2.600, Tahun
Sebuah tim penyelam kembali dari dasar laut dekat Sisilia

- Penemuan Kapal Karam bangsa Yunani Kuno di sekitar 1.000 meter dari lepas pantai Sisilia pada kedalaman 10 meter oleh tim arkeologi. Kapal karam yang tenggelam pada 2.600 tahun yang lalu itu diperkirakan terdapat sebuah logam Orichalcum. Yang menurut zaman Yunani Kuno di ciptakan oleh oleh Cadmus, tokoh mitologi Yunani Kuno - Fenisia.  

Menurut filosofot Plato dalam bukunya Critias bahwa menggambarkan Atlantis yang berkilau "dengan lampu merah Orichalcum". Ia menulis bahwa logam, emas ditambang di pulau mitos dan digunakan untuk menutupi Poseidon interior kuil dinding, kolam dan lantai.

Logam Orichalcum telah lama di anggap sebagai logam yang misterius. Komposisi bahan dan asal muasalnya masih banyak yang memperdebatkan. "Tidak ada yang serupa yang pernah ditemukan", Kata salah satu Tim Arkeolog, Tusa. "kami tahu Orichalcum dari teks-teks kuno dan dari beberapa benda hias".

Dengan ditemukannya logam Orichalcum para ahli sarjana setuju bahwa Orichalcum adalah perpaduan kuningan seperti yang dibuat pada zaman kuno. Proses ini dicapai dengan reaksi bijih seng, arang dan logam tembaga dalam satu wadah.

Menurut analisis lebih lanjut dengan fluoresensi X-ray oleh Dario Paretta dari TQ-Teknologies untuk kualitas dibuat dengan 75-80%  tembaga, 15-20% seng dan sebagian lagi campuran dari nikel, timah dan besi.

"Temuan ini menegaskan bahwa setelah satu abad berdirinya pada tahun 689 SM, Gela tumbuh menjadi sebuah kota yang kaya dengan lokakarya artefak berharga," kata Tusa.

Menurut Enrico Matteivich seorang profesor pensiunan fisika yang mengajar di Universitas Rio De Janiero (UFRJ) batangan ini tidak terbuat dari Orichalcum.

Tampaknya batangan ini terbuat dari logam latone, paduan tembaga, seng dan timah," katanya kepada Discovery News.

Mattievich, yang telah memimpin sejumlah penelitian di bidang fisika diterapkan pada mineralogi, paleontologi dan arkeologi, adalah salah satu ulama yang tidak setuju pada sifat kuningan mirip orichalcum. 

Sementara peneliti lain disamakan logam misterius untuk amber dan paduan berbasis tembaga lainnya, Mattievich percaya orichalcum berakar di Peru Andes dan peradaban Chavin yang berkembang di sana dari 1200 SM 200 SM.

Menurut cendekiawan, yang mengaku dalam bukunya "Perjalanan ke mitos Inferno" bahwa Yunani kuno telah menemukan Amerika, paduan logam "dengan refleksi api Iike" mirip dengan deskripsi Plato ditemukan dalam satu set jaguar logam gaya Chavin , yang ternyata dibuat dari 9 persen tembaga, 76 persen emas dan 15 persen perak.

Apapun asal usul dan sifat orichalcum, Tim Tusa berencana untuk menggali kapal karam tersebut. 

"Ini akan memberikan kami informasi berharga tentang sejarah paling kuno di Sisilia," kata Tusa.

Sumber: discovery.com       

Penemuan Kapal Kargo Kuno Dari Tahun 218-210 SM Di Pulau Aeolian

 Penemuan, Kapal, Kargo, Kuno, Dari, Tahun, 218-210, SM, Di, Pulau, Aeolian

Penjelajah bawah laut dari Italia dibantu oleh Tim Global Underwater Explorers (GUE)  menemukan kapal kargo yang karam ribuan tahun yang lalu di Pulau Aeolian, Panarea. Dengan kedalaman 125 meter dibawah laut para peneliti mencoba membuka misteri tentang kapal tersebut.

Dalam kapal kargo tersebut banyak ditemukan Guci Cotta Terra yang biasa digunakan sebagai wadah anggur, minyak zaitun dan barang lainnya. Diantara benda-benda tersebut para peneliti juga menemukan jangkar dan sebuah altar pengorbanan bertuliskan huruf Yunani. Para peneliti masih terus mengamati benda-benda yang terdapat di dalam kapal kargo tersebut.

Kapal yang berasal  dari tahun 218-210 SM periode ketika Roma dan Kertago bertempur di Laut  Mediterania ini pertama kali ditemukan oleh Peneliti Amerika pada tahun 2010, 40 Km sebelah utara  Sisilia.


Para Ahli lain yang ikut meneliti kapal tersebut juga mengatakan kapal kayu dengan panjang sekitar 15 meter iti mungkin mengangkut kargo seorang bandar kaya untuk naples ketika menabrak karang yang akhirnya tenggelam ke dasar laut atau kapal yang menjadi penyuplai barang buat pasukan Claudio Marcelo, Seorang pejabat Romawi yang menaklukan kota Sisilia pada tahun 212 SM.

Dengan di temukannya kapal kargo kuno ini memberikan kesempatan yang sangat penting buat para peneliti untuk memahami tentang kehidupan sehari-hari di kapal kuno serta sistem perdagangan kuno ujar Arkeolog Italia Sebastiano Tusa.

Penelitian akan terus dilanjutkan sebelum para peneliti mengetahui penyebab karamnya kapal tersebut. 



 Sumber: Chinatopix.com        

Misteri Penemuan Mummy Berusia 2.500 Tahun Terungkap


Misteri, Penemuan, Mummy, Berusia, 2.500, Tahun, Terungkap

- Para ilmuwan di Chicago telah berhasil membuka sarkofagus Mesir Kuno untuk mengungkap jari kaki yang menghitam selama hampir 2.500 tahun.

Mummy yang ditemukan di tempat pemakaman Arkmim, di sisi timur sungai Nil di Mesir itu di hias dengan sarkofagus bercat emas yang di ambil alih oleh Museum Chicago pada tahun 1925.

"Dari CT Scan yang di ambil pada tahun 2011 lalu, dapat di simpulkan bahwa Mummy tersebut adalah anak laki-laki berusia sekitar 14 tahun dan dalam kondisi fisik yang baik", ujar Kepala Museum Chicago JP Brown kepada Discovery News.

Misteri, Penemuan, Mummy, Berusia, 2.500, Tahun, Terungkap

Menurut tulisan yang tertera pada peti mummy dijelaskan bahwa mummyy tersebut bernama Minirdis, anak dari Inaros, Imam Stolist keturunan Min, Dewa Kesuburan Mesir.

Arkmim yang terletak sekitar 300 Km sebelah selatan dari Cairo, di dekat Sungai Nil adalah salah satu kota terbesar pada zaman Mesir Kuno dan merupakan pusat ibadah Min. Tempat ini juga dikenal sebagai tempat kelahiran Yuya, kakek dari Raja Tutankhamun.

Sebagai Imam Stolist, Ayah Minirdis adalah seorang yang kuat dan bertanggung jawab untuk segala ritual pencucian patung dewa.

Dengan menggunakan peralatan khusus untuk membuka peti mummy yang bertujuan untuk memulihkan dan menstabilkan mummy sebelum mummy tersebut di pamerkan.

Penguburan mummy dan jari-jari menghitam adalah satu-satunya yang terlihat pada mummy selebihnya tubuh mummy remaja ini dibungkus dengan kain yang diberi balsem yang sudah menguning.

Hal yang paling rumit dalam penelitian adalah "garis pada kain kafan yang sudah sangat rapuh". ujar Brown. Dalam penelitian tersebut para ahli juga menemukan gambar yang tidak diketahui sebelumnya dari Dewi Nut dibagian bawah dari  peti tersebut. 

Untuk selanjunya Brown dan para koleganya akan menyelidiki unsur-unsur yang melilit mummy seperti Topeng CARTONNAGE dan shroud they untuk menyambung kembali kaki Minirdis yang terpisah.

"Kami akan berusaha menutup jari-jari kakinya dengan kain kafan yang sudah sangat rapuh dan itu adalah tugas yang sangat sulit", Ujar Brown. 

Sumber: discovery.com 

Penemuan Kapak Kuno Dari Zaman Batu Di Terowongan Bawah Laut

Penemuan, Kapak, Kuno, Dari, Zaman, Batu, Di, Terowongan, Bawah, Laut

Kapak berdiri vertikal kedalam tanah


Saat mengadakan survey arkeologi untuk pembangunan jalan (link Femern Belt) sebuah terowongan bawah laut yang menghubungkan Pulau Fehman, Jerman dengan Pulau Lolland, Denmark, Tim Survey secara tidak sengaja menemukan Kapak Kuno peninggalan zaman batu yang di perkirakan berusia 5.000 tahun.

Kapak ini ditemukan dalam posisi berdiri vertikal di dasar laut dengan kedalam 12 inci dari dasar bersama dengan artefak lainnya seperti dayung, 2 busur dan sekitar 14 poros kapak.

"Kapak adalah temuan yang khas dari Zaman Batu. Tapi dalam bentuk Hafted (melekat pada pegangan) mereka sangat langka", kata Anne-Lotte Sjรธrup Mathiesen dari Museum Lolland-Falster.

Penemuan kapak yang tertimbun di dasar laut dengan kedalaman 12 inci itu menjadikan kapak nampak awet dan dalam kondisi baik.  Kapak ini merupakan penemuan kapak tertua di dunia dari Zaman Batu.   

Kapak yang berdiri vertikal ketika ditemukan menandakan bahwa kapak tersebut digunakan untuk kebutuhan ritual pada zamannya. Dan menunjukan bahwa daerah ini merupakan pinggiran pantai sebagai tempat pengorbanan ujar Sjรธrup Mathiesen.

Penggalian pada Situs ini sedang berlangsung, Tim Arkeolog dari Museum Lolland-Falster berharap untuk menemukan lebih banyak lagi artefak lainnya dan petunjuk baru tentag tata cara ritual Zaman Batu yang terjadi di daerah ini. 

Sumber: discovery.com
  

Biografi Lengkap Ratu Cleopatra VII


Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII

- Cleopatra VII Phelopator yang lahir pada Januari 69 SM - 12 Agustus SM adalah seorang ratu Mesir Kuno anggota terakhir dinasti Ptelemous. Ia adalah penguasa Mesir Kuno bersama ayahnya Ptelemous XII, saudara laki-lakinya sekaligus sebagai suaminya Ptelemous XIII dan Ptelemous XIV dan anaknya Caesarion

Cleopatra berhasil mengatasi kudeta yang diancang oleh pendukung saudara laki-lakinya yang bersekutu dengan Julius Caesar dan dilanjutkan dengan Markus Antonius. Cleopatra memiliki 1 anak dari Julius Caesar dan 3 anak dari Markus Antonius (dua diantaranya adalah kembar).

Cleopatra bunuh diri sewaktu Augustus (Oktavianusus) naik tahta dan menyerang mesir, dengan cara memasukkan tangannya sendiri ke dalam keranjang yang penuh dengan ular berbisa (Asp/sejenis ular cobra yang berasal dari Afrika Utara).

Masa Kecil

Cleopatra adalah seorang yang berdarah Yunani, bukan keturunan Mesir. Ia dilahirkan pada awal tahun 69 SM. anak ke-3 dari 6 bersaudara yang lahir dikalangan Dinasti Ptolemaik Yunani. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Alexandria yang merupakan kota terbesar dan termewah saat itu.

Kerajaan dari ayah Cleopatra tidak aman akibat tekanan dan konflik dari luar dan dalam perebutan kekuasaan, serta konflik internal seperti sentralisasi pemerintahan dan korupsi politik. Hal ini memicu pemberontakan dan lepasnya Siprus dan Cyrenaica yang menyebabkan masa kekuasaan Ptolemeus sebagai salah satu yang paling mematikan di dinasti tersebut. Semasa kecil, Cleopatra telah melihat persengketaan dalam keluarganya sendiri. Dikatakan bahwa ayahnya selamat dari 2 usaha pembunuhan ketika seorang pelayan menemukan ular berbisa yang mematikan di tempat tidurnya dan pelayan yang mencicipi minuman anggur tuannya meninggal. Kakak perempuan tertuanya, Tryphaena, juga mencoba untuk meracuni Cleopatra sehingga ia mulai menggunakan juru cicip. Ketika ia berusia belasan tahun, ia menyaksikan kejatuhan ayahnya sendiri dan ayahnya menjadi boneka Kekaisaran Romawi akibat beban utang yang terlalu tinggi, tetapi masih berharap agar Romawi tidak menaklukkan Mesir. Keadaan itu menyebabkan Ptolemeus XII diusir rakyat dari Alexandria yang akhirnya melarikan diri ke Romawi. Pada tahun 58 SM, ibunya, Cleopatra V mengambil alih pemerintahan bersama anaknya, Berenice IV dengan bantuan gubernur Suriah yang dikuasai Romawi, Aulus Gabinius, selama setahun hingga ibunya meninggal, lalu Berenice IV memerintah sendiri. Ptolemeus XII menggulingkan anak perempuan tertuanya pada tahun 55 SM dan menghukum mati anaknya, Berenice IV. Kakak perempuan Cleopatra lainnya, Tryphaena, mengambil takhta dan tidak lama kemudian ia meninggal yang menyisakan Cleopatra dengan suaminya dan adiknya, Ptolemeus XIII sebagai penerus takhta.

Dari ayahnya, Ptolemeus XII, Cleopatra mengetahui akan kekuatan leluhurnya. Leluhurnya telah melakukan penaklukan besar hampir 3 abad yang lalu.

Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII

Naik Tahta

Ptelemeus XII meninggal pada bulan Maret tahun 51 SM. Cleopatra menurunkan nama Ptelemeus dari dokumen resmi dan wajahnya muncul sendiri di uang koin yang bertentangan dengan tradisi ptolemaik yang menyatakan bahwa pemimpin wanita dibawahkan oleh pemimpin laki-laki. Akibatnya, kelompok rashasia orang yang tidak termasuk dalam istana yang dipimpin oleh Kasim Pothinos, menjatuhkan Cleopatra dari tahta dan menjadikan Ptolemeus pemimpin pada tahun 48 SM. Cleopatra mencoba melakukan pemberontakan disekitar Pelusium, Tetapi ia terpaksa melarikan diri dari Mesir dengan adiknya yang tersisa Arsinoe.

Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII
Coin Cleopatra yang ditemukan Tim Arkeolog

Kembali Naik Tahta

Ketika Cleopatra pergi dari Mesir, Pompey terlibat dalam perang saudara Romawi. Pada musim gugur tahun 48 SM, Pompey melarikan diri dari pasukan Julius Caesar ke Alexandria dan mencari suaka. Ptolemeus saat itu berusia 15 tahun dan menunggu kedatangannya. Pada tanggal 28 September 48 SM, Pompey dibunuh oleh salah satu mantan perwiranya yang sekarang bekerja untuk Ptolemeus. Ia dipenggal di depan istri dan anaknya, yang berada di kapal yang baru saja ia turuni. Ptolemeus berpikir bahwa dengan melakukan ini ia dapat menyenangkan Julius Caesar. Ternyata ini merupakan kesalahan besar. Ketika Caesar tiba di Mesir dua hari kemudian, Ptolemeus memberikan kepala Pompey. Caesar yang melihat hal ini sangat marah karena walaupun ia musuh politik Caesar, Pompey adalah konsul Roma dan duda dari anak Julius Caesar, Julia. Caesar menguasai ibukota Mesir dan menjadikan dirinya penengah dalam pertentangan antara Ptolemeus dan Cleopatra.

Cleopatra mengambil kesempatan ini dan kembali ke istana untuk bertemu dengan Caesar. Diyakini bahwa Caesar terpesona dengan langkahnya, dan Cleopatra menjadi kekasihnya. Sembilan bulan setelah pertemuan pertama mereka, Cleopatra melahirkan seorang bayi. Pada saat ini, Caesar meninggalkan rencananya untuk menguasai Mesir, dan mendukung klaim Cleopatra atas takhta. Setelah perang saudara singkat, Ptolemeus XIII tenggelam di Sungai Nil dan Caesar mengembalikan Cleopatra ke takhtanya, dengan adiknya yang lain Ptolemeus XIV sebagai wakil pemimpin baru.
 
Hubungan Cleopatra dengan Julio Caesar
 
Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII
 
Walaupun perbedaan umur Cleopatra dan Julius Caesar sebesar 30 tahun, Cleopatra dan Caesar menjadi kekasih selama Caesar berada di Mesir tahun 48 SM sampai 47 SM. Mereka bertemu ketika Cleopatra berusia 21 tahun dan Caesar berusia 50 tahun. Pada tanggal 23 Juni 47 SM, Cleopatra melahirkan Ptolemeus Caesar (disebut "Caesarion" yang berarti "Caesar kecil"). Cleopatra mengklaim Caesar sebagai ayahnya dan berharap untuk menjadikan anak itu sebagai ahli waris, tetapi Caesar menolak dan lebih memilih cucu lelakinya, Oktavianus. Caesarion dimaksudkan untuk mewarisi Mesir dan Romawi, menyatukan timur dan barat.

Cleopatra dan Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan hadir ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebelum atau sesudah pembunuhan, ia kembali ke Mesir. Ketika Ptolemeus XIV meninggal karena kesehatannya memburuk, Cleopatra menjadikan Caesarion penerusnya. Untuk menjaganya dan Caesarion, adiknya Arsinoe meninggal.

Hubungan Cleopatra dengan Markus Antonius

Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII

Pada tahun 42 SM, Markus Antonius, salah satu orang yang berkuasa di Roma setelah kematian Caesar, memanggil Cleopatra untuk bertemu dengannya di Tarsus untuk menjawab pertanyaan mengenai kesetiaan Cleopatra. Cleopatra tiba dan memikat Antonius yang menyebabkan Antonius menghabiskan musim dingin tahun 41 SM–40 SM dengannya di Alexandria. Pada tanggal 25 Desember 40 SM, ia melahirkan 2 anak, Alexander Helios dan Cleopatra Selene II.

Empat tahun kemudian, tahun 37 SM, Antonius mengunjungi Alexandria sekali lagi untuk berperang dengan Parthia. Ia memperbarui hubungannya dengan Cleopatra, dan sejak saat itu Alexandria menjadi rumahnya. Ia menikahi Cleopatra berdasarkan ritus Mesir (menurut sepucuk surat yang dikutip oleh Suetonius), walaupun ia saat itu sudah menikah dengan Oktavia Minor. Ia dan Cleopatra dikaruniai seorang anak yang bernama Ptolemeus Philadelphus.

Setelah Cleopatra dan Antonius menyatakan akan membagi wilayah kepada anak-anak Cleopatra pada tahun 34 SM, dan juga setelah serangan Antonius terhadap Armenia, Cleopatra dan Caesarion dimahkohtai sebagai wakil pemimpin Mesir dan Siprus. Alexander Helios menjadi pemimpin Armenia, Media, dan Parthia; Cleopatra Selene II menjadi pemimpin Cyrenaica dan Libya. Ptolemeus Philadelphus menjadi penguasa Phoenicia, Suriah, dan Sisilia. Kleopatra juga mendapat gelar "Ratu atas Raja".

Sikap Antonius dipandang buruk oleh Romawi, sehingga Oktavianus meyakinkan senat untuk berperang dengan Mesir. Pada tahun 31 SM, pasukan Antonius menghadapi serangan armada Romawi di Pantai Actium. Dengan terjadinya pertempuran Actium, Oktavianus menyerang Mesir. Setelah ditinggalkan oleh tentaranya, Antonius melakukan aksi bunuh diri dengan menikam dirinya dengan pedang pada tanggal 12 Agustus 30 SM.

Kematian Cleopatra

Akibat kematian Markus Antonius, akhirnya Ratu Cleopatra juga ikut bunuh diri. Tidak diketahui bagaimana ia meninggal, tetapi menurut legenda, Ia mengambil keputusan untuk bunuh diri setelah menyadari bahwa ia gagal mencapai tujuannya. Ia meninggal akibat membiarkan dirinya digigit ular berbisa yang diselipkan kebakul yang berisi buah ara. 

Dalam detik-detik terakhir  kematiannya, ia menyatakan takdirnya sebagai seorang dewi.

Anak Cleopatra, Caesarion mengklaim sebagai firaun Mesir, tetapi Oktavianus menang lebih dulu. Caesarion ditangkap dan dieksekusi; hidupnya dilaporkan diakhiri oleh pernyataan Oktavianus yang terkenal: "Tidak baik memiliki terlalu banyak Caesar." Hal ini mengakhiri garis pharaoh Mesir. Tiga anak dari Cleopatra dan Antonius diampuni dan dibawa kembali ke Roma dan mereka dirawat oleh istri Antonius, Oktavia Minor.

Pelayan Cleopatra, Iras dan Charmion juga bunuh diri. Anak perempuan Antonius, Oktavia dan anaknya, Iullus Antonius, diampuni. Anaknya yang tertua, Marcus Antonius Antyllus, dibunuh ketika memohon pengampunan di Caesarium.

Cleopatra dalam kebudayaan populer

Cerita Cleopatra telah mengagumkan penulis dan artis. Selain ia adalah figur politik yang kuat, ia juga muncul sebagai orang yang dapat bersekutu dengan 2 orang terkuat (Julius Caesar dan Markus Antonius) pada masanya. Ia muncul baik dalam buku, film, novel, drama, permainan video, lukisan, dan serial televisi. Contohnya pada drama Antony dan Cleopatra tahun 1609 buatan William Shakespeare. Film pertama yang berkaitan dengan Cleopatra adalah Antony and Cleopatra dengan Florence Lawrence sebagai Cleopatra. Contoh film lain adalah Cleopatra yang dibintangi oleh Helen Gardner. Banyak artis yang juga menjadikan Cleopatra sebagai objek lukisannya, contohnya Guido Cagnacci yang melukis tentang kematian Cleopatra pada tahun 1658.

Tim Arkeologi menemukan Istana Cleopatra

Cleopatra adalah legenda abadi. Kemasyhurannya tak lekang sepanjang zaman, kisahnya selalu menarik untuk ditelisik, dan pesonanya menjadi misteri yang selalu menggelitik hati.


Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII
Istana Cleopatra di Dasar Laut Teluk Alexandria


Adalah Frank Goddio, seorang ilmuwan yang selama 10 tahun melakukan penelitian dan ekspedisi untuk menemukan istana Ratu Cleopatra. Berdasarkan berbagai data yang diperolehnya, Goddio yakin bahwa reruntuhan istana Cleopatra ada di salah satu titik di bawah permukaan teluk Alexandria. Empat abad setelah tewasnya Cleo karena bunuh diri dengan membiarkan dirinya dipatuk ular, sebuah gempa besar dan ombak raksasa (tsunami) meruntuhkan dan menyapu bersih istana Cleopatra.


Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII

Teluk Alexandria memiliki kedalaman antara 6 – 30 kaki, dengan luas 1 mil persegi. Petunjuk pencarian istana Cleopatra dimulai dari kisah seorang pedagang Yunani bernama Strabo. Tiga tahun setelah kejatuhan Cleopatra, ia mengunjungi Alexandria dan bercerita tentang sebuah kota yang dikelilingi tembok tinggi. Kota ini memiliki mercu suar besar yang menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno. Mercu suar dengan lampunya yang besar inilah yang memanggil pelaut dari berbagai penjuru dunia datang melabuhkan kapalnya di pelabuhan Alexandria. 


Goddio mengundang arkeolog Amerika dari Universitas Chicago untuk mencari dimana lokasi reruntuhan istana Cleopatra berada. Ditemani oleh Ibrahim Darwish, Direktur Bawah Air Departemen Arkeologi Mesir, para penyelam dan 30 ahli dari Perancis dan Mesir, mereka memulai ekspedisi untuk menemukan istana Cleopatra. Yang pertama-tama mereka temukan adalah sebuah kapal yang karam dan tertimbun 30 kaki di dasar laut. Uji karbon menunjukkan bahwa kapal itu berasal dari masa Cleopatra. 

Penemuan kapal itu merupakan awal yang menggembirakan. Seorang pelukis diterjunkan ke bawah laut untuk membuat sketsa kapal dengan kertas tahan air. Dari sketsa yang dibuat, selanjutnya ditransfer ukuran dan detail kapal, untuk mengetahui kapan kapal tersebut dibuat. Desain kapal yang dibuat berdasarkan sketsa kemudian dikirim kepada Dr. Steve Vinson, ahli kapal kuno dari Universitas Chicago. Dengan model yang dibuat melalui komputer, Dr. Vinson berhasil menghidupkan kembali kapal kuno ini. Panjang kapal 100 kaki, tinggi tiang penyangga layarnya 24 kaki. Kapal ini adalah kapal barang, membawa 300 ton gandum dan anggur dari Mesir ke Roma. Pada masa itu, Mesir yang subur oleh aliran sungai Nil mengirimkan 50.000 ton gandum setiap tahun ke Roma.

Tidak mudah untuk ‘menggali’ kembali bangkai kapal ini. Para penyelam mengalami kesulitan, karena kapal tertimbun kalsium selama berabad-abad, membentuk lapisan yang keras dan tebal. Jarak pandang di dasar laut juga sangat terbatas karena air yang keruh bercampur lumpur. Di sekitar lokasi karamnya kapal ditemukan patung dewa Yunani Hermes, ular melengkung yang merupakan penjaga kota, dan burung suci Mesir. Juga ditemukan kepala Ratu Kerajaan Romawi.

Goddio melengkapi penyelam-penyelamnya dengan teknologi canggih. Sebuah GPS (Global Positioning System), GPS pertama yang dipakai di bawah air, dipergunakan oleh para ahli untuk menentukan posisi (kedalaman dan koordinat) titik-titik di bawah air dengan cermat. GPS ini diberi nama ‘piano’, karena memiliki banyak tombol berwarna hitam seperti tuts piano. 

Pada tahun 1997 dan 1998 sesudah pengangkatan arkeologi dari bawah air, diperoleh gambaran tentang kota yang hilang itu, istana tempat Cleopatra merayu Yulius Caesar, juga pantai tempat Mark Anthony membangun tempat untuk menyepi sebelum akhirnya bunuh diri. Istana Cleopatra terdapat di pulau Antirhodos, di teluk Alexandria. Untuk pertama kali setelah tenggelam selama 2000 tahun, istana Cleopatra mendapat pengunjung dari muka bumi.

Para penyelam menemukan batu dengan pahatan di antara reruntuhan istana. Tidak mungkin untuk mengangkat batu tersebut ke permukaan air, maka sebuah lembaran silikon lunak dimasukkan untuk menyalin huruf hyeroglyph yang dipahat pada batu tersebut. Lembaran silikon lunak tersebut ditempelkan pada permukaan batu, kemudian dipukul dengan palu untuk mendapatkan ‘cetakan’ huruf Hyeroglyph yang terpahat pada batu tersebut. Lembaran silikon ini dibawa untuk dipelajari para ahli Mesir dan Yunani kuno. Diketahui, bahwa pahatan dalam bahasa Yunani tersebut untuk menghormati kaisar yang memerintah 2 abad setelah kematian Cleopatra.

Nenek moyang Cleopatra berasal dari Yunani. Ia membawa gaya arsitektur Yunani ke Mesir. Ditemukan 60 tiang/pilar raksasa dari batu granit merah Mesir, berdiameter 4 kaki, tinggi 20 kaki. Pilar-pilar ini menutupi area seluas 180 kaki persegi di teluk Alexandria. Dari lukisan kuno yang ditemukan, diketahui bahwa pilar-pilar itu terdapat pada pintu gerbang masuk ke pulau Antirhodos. Goddio, yang ikut langsung menyelam ke bawah permukaan air, menemukan inskripsi (pahatan) bergambar ular, berbunyi “hidup yag abadi”. Ditemukan juga jalan lebar seluas 600 kaki persegi mengelilingi pulau, membentuk serangkaian jalan yang indah dan mewah.

Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII
 Patung kepala Cleopatra. Pipi kirinya tertumpu ke pasir.

Goddio dan Emily Teeter, seorang arkeolog Amerika, mempelajari berbagai artefak yang berhasil ditemukan. Cangkir dan piring, serta lampu minyak yang mungkin dulu dipakai Cleopatra. Akhirnya ditemukanlah 200 kaki persegi batu pondasi istana. Usia kayu yang terdapat pada pondasi menandakan bahwa pondasi itu dibangun 200 tahun sebelum Cleo. Ini adalah istana yang diwarisi Cleo sebagai ratu. 

Bagi orang Mesir, kehidupan sesudah mati adalah sangat penting. Semua dapat dilacak di kuil, karena kuil selalu bisa bertahan terhadap zaman. Sebuah kuil, terletak ratusan mil ke arah selatan, menyimpan keabadian Cleopatra. Wujudnya digabung dengan Dewi Isis, dewi kesuburan yang mengontrol sungai Nil. Sungai ini menjadi sumber air utama bagi pertanian Mesir. Bagi para pemuja di Mesir dan Romawi, Cleopatra adalah Isis.

Biografi, Lengkap, Ratu, Cleopatra, VII
 Patung sphinx dengan kepala Cleopatra

Dari reruntuhan istana Cleopatra ditemukan 2 buah sphinx yang masih utuh sempurna. Binatang mitologi ini memiliki wajah serupa dengan raja dan ratu. Salah satu sphinx memiliki wajah Cleopatra, dan sphinx yang satu lagi memiliki wajah ayah Cleopatra. Selain itu juga ditemukan patung kepala raksasa setinggi 50 kaki. Patung siapakah yang dibuat sebesar itu, jika bukan patung seseorang yang sangat berkuasa? Dari penyelidikan arkeologi, dipastikan bahwa patung itu adalah patung Octavianus, musuh besar Cleopatra. Setelah kematian Mark Anthony, Cleopatra merasa tidak akan sanggup mempertahankan Mesir dari serbuan Roma. Oleh karena itu ketika Octavianus membawa puluhan ribu tentaranya menyerang Alexandria, Cleopatra memilih bunuh diri. Baginya, mati dipatuk ular adalah lebih terhormat daripada ia ditaklukkan Octavianus.


 Sumber: Wikipedia
 



 
 
    

 


   

Ditemukan Tengkorak Anak-Anak Prasejarah Sebagai Persembahan Dewa


Ditemukan, Tengkorak, Anak-Anak, Prasejarah, Sebagai, Persembahan, Dewa

- Tim arkeologi berhasil menemukan tengkorak anak-anak dari zaman perunggu yang mengelilingi sekeliling desa kuno di sekitar danau di Swiss dan Jerman. Beberapa menderita pukulan kapak dan luka lainnya. 

Menurut Benjamin Jennings, seorang arkeolog dari Universitas Basel Swiss, "Meskipun masih anak-anak mereka mungkin di bunuh untuk dipersembahkan kepada para dewa sebagai upaya untuk menangkal banjir,"

Sejak tahun 1920-an, para arkeolog telah mengetahui bahwa desa-desa kuno dihuni oleh suku Alpine di Swiss dan Jerman. Namun sejak tahun 1970-an sampai tahun 1980-an setelah banyaknya situs-situs yang digali, para arkeolog banyak menemukan alat berburu, tulang binatang, keramik, perhiasan, menara pengawas, gerbang dan lebih dari 160 tempat tinggal. Cincin pohon pada artefak kayu yang ditemukan di tempat tersebut menunjukan orang yang tinggal disana pada periode yang berbeda antara 3.800 sampai 2.600 tahun yang lalu.

Pada zaman perunggu, penduduk disekitar danau secara teratur menghadapi banjir. Setiap air danau naik, mereka akan mengungsi ke tempat yang lebih kering dan kembali lagi setelah air surut. Untuk menanggulangi ancaman banjir ini, para penduduk membangun rumah-rumah panggung dan dipagari dari kayu cemara atau pinus seperti yang dilansir dari Journal Antiquity edisi bulan Juni.

Selain menemukan arsitektur rumah para arkeolog juga menemukan sesuatu yang sangat mengerikan, Tengkorak anak-anak dan sisa-sisa kerangka mengelilingi desa-desa pada tepi pagar. Banyaknya tengkorak kuno yang ditempatkan disana setelah pemakaman mereka. Pada saat desa mengalami banjir tulis para peneliti.

Pada penelitian ini, Jennings dan rekan-rekannya mengambil dan melihat lebih dekat kerangka fosil.

Sebagian dari anak-anak itu berusia dibawah 10 tahun, meskipun kerangka-kerangka itu menunjukkan kerusakan pada gigi dan tanda-tanda penyakit pernafasan, dan mereka menghadapi sakit yang cukup parah tidak tertutup kemungkin mereka itu di bunuh.

Tengkorak-tengkorak itu menunjukan bekas pukulan kapak meskipun cidera itu tidak terkait dengan pembunuhan pada upacara ritual. Mungkin juga anak-anak tersebut meninggal pada saat adanya peperangan, bukan dibunuh sebagai korban persembahan dewa.

"di seluruh Eropa secara keseluruhan ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa seluruh manusia-manusia prasejarah khususnya tengkorak diperlakukan  dengan cara baik," kata Jennings kepada LiveScience

Pada situs tersebut,"sisa-sisa tengkorak yang ditemukan disekeliling pemukiman, tidak berada didalam atau di luar pagar tetapi tepat berada diantara pintu masuk dan keluar perbatasan," tambah Jennings. "Secara keseluruhan rincian pemakaman menunjukkan tengkorak-tengkorak itu ditempatkan sebagai persembahan untuk melindungi bahaya banjir," kata Jennings.

Namun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang misteri orang-orang Alpine.

"Sangat sedikit contoh tentang penguburan disekitar danau dan kita juga belum tahu dimana dimakamkan penduduk sekitar danau lainnya atau bagaimana mereka memperlakukan terhadap orang yang sudah meninggal," kata Jennings.


Sumber: LiveScience
 

       

Penemuan Sepatu Kuno Di Kuil Mesir


Penemuan, Sepatu, Kuno, Di, Kuil, Mesir
Ilustrasi: Salah satu kuil di Luxor, Mesir

- Tim arkeologi Italia berhasil menemukan sepatu-sepatu kuno berusia lebih dari 2.000 tahun yang tersimpan dalam sebuah Guci di Luxor, Mesir.

Diantara sepatu kuno yang tersimpan dalam guci tersebut terdapat dua pasang sepatu anak dengan panjang 18 Cm yang di ikatkan pada sebuah sepatu lain yang lebih besar yang diperkirakan pernah dipakai oleh orang dewasa.

"Guci berisi sepatu-sepatu itu sengaja di letakkan di ruang kecil diantara dinding bata," kata arkeolog Angelo Sesana dalam laporan yang di publikasikan di Journal Memnonia.

Penyimpanan sepatu-sepatu kuno tersebut tak pernah diambil kembali oleh pemiliknya sampai tim arkeologi Italia yang dipimpin oleh Angelo Sesana menemukannya kembali pada tahun 2004.

Para arkeolog meminta Andre Veldemeijer, seorang ahli alas kaki kuno Mesir untuk melihat foto sepatu-sepatu temuan mereka.  

Menurut Veldmeijer dalam edisi terkini Journal of the American Research Center di Mesir mengatakan "Penemuan sepatu-sepatu kuno tersebut sangat luar biasa, karena masih asli dan lentur saat ditemukan,"

"Sayangnya setelah di angkat sepatu-sepatu kuno tersebut sangat rapuh," katanya lagi tentang sepatu-sepatu kuno yang tersimpan di dalam kuil yang semula di bangun untuk Pharaoh Amenhotep II (1424-1398 SM).

Analisis Valdmeijer menunjukan sepatu-sepatu itu bukan dibuat di Mesir dan harganya "relatif mahal".

"Tidak ada alasan menyimpan mereka tanpa niat untuk mengambilnya kembali suatu waktu," kata Veldmeijer dalam sebuah wawancara dengan LiveScience.

Ia menambahkan, kemungkinan ada keadaan yang memaksa pemilik sepatu bertali itu menyimpannya dan buru-buru melarikan diri.

Sandal adalah alas kaki yang umum di pakai di Mesir sementara gaya dan kualitas sepatu itu seperti membuat "semua orang melihatmu" dan "sepasang sepatu mahal akan membuat statusmu lebih" kata Veldemeijer yang juga sebagai Assisten Direktur Egypology of the Nedherlands-Flemish Institute di Kairo.


Sumber: arkeologi.web.id

   

 

 

Penemuan Surat Cinta Tertua Di Dunia


Penemuan, Surat, Cinta, Tertua, Di, Dunia

- Tim arkeolog berhasil menemukan surat cinta tertua di dunia di lembah Niffer, 150 Km dari Bagdad, Irak. Menurut para peneliti surat ini berasal dari tahun 2200 SM.

Penemuan ini berdasarkan pengkajian arkeolog Profesor Noah Kramer dari Philadelphia University pada tahun 1889. Pada awalnya ada sekitar 70 ribu artefak yang berbahasa Sumeria yang tidak bisa diterjemahkan artinya.  Hingga 58 tahun kemudian, dua orang ahli dalam bahasa Sumeria yang bernama Muazzez Longsor dan Hatice K?z?laybu berhasil menerjemahkan arti yang terkandung dalam tulisan di artefak tersebut. 

Artefak yang terlihat seperti kepingan batu yang terukir itu jika melihatnya memang tidak dapat kita untuk membacanya.

Surat dalam artefak tersebut di tulis oleh Pendita Tinggi (High Priest) dari bangsa Sumeria yang bernama Innana yang ditujukan kepada seorang raja yang merupakan calon suaminya. Sudah menjadi tradisi bagi bangsa Sumeria si calon istri akan menulis puisi cinta kepada calon suaminya dimalam perkawinannya.

Ini adalah isi terjemahan yang telah dilakukan oleh ahli bahasa Sumeria tersebut.

Bridegroon, dear my heart
Goodly is your beauty, honeysweet
Lion, dear to may heart
Goodly is your beauty, honeysweet
You have captivated me
 Let me stand tremblingly before you.
Bridegroom, I would be taken by you to the bedchamber,
You have captivated me,
Let me stand tremblingly before you.
Lion, I would be taken by you to the bedchamber.
Bridegroom, let me caress you,
My precious caress is more savory than honey,
In the bedchamber, honey-filled,
Let me enjoy your goodly beauty,
Lion, let me caress you,
My precious caress is more savory than honey.
Bridegroom, you have taken your pleasure of me,
Tell my mother, she will give you delicacies,
My father, he will give you gifts.
Your spirit, I know where to cheer your spirit,
Bridegroom, sleep in our house until dawn,
Your heart, I know where to gladden your heart,
Lion, sleep in our house until dawn.
You, because you love me,
Give me pray of your caresses,
My lord god, my lord protector,
My Shu-Sin, who gladdens Enlil’s heart,
Give my pray of your caresses.
Your place goodly as honey, pray lay your hand on it,
Bring your hand over like a gishban-garment,
Cup your hand over it like a gishban-sikin-garment.

Saat ini surat berbentuk artefak tersebut disimpan di Museum Arkeologi Istambul, Turki.




Hancurnya  Peradaban Manusia Seluruh Dunia Tahun 3000 SM


- Apa yang terjadi pada dunia 5000 tahun yang lalu atau 3000 SM? Bumi mengalami perubahan iklim besar-besaran, Banjir dimana-mana di ikuti dengan munculnya peradaban maju.  Tetapi sejak saat itu ada hal lain ketika bencana beruntun terjadi di bumi yang mempengaruhi beberapa aspek kehidupan manusia.

Sejak terjadinya bencana besar yang melanda belahan bumi di tahun 3000 SM Peradaban manusia mengalami perubahan besar di bidang teknologi, pertanian dan sosial. Terlebih berkembangnya agama yang menyembah para Dewa Langit yang diyakini ikut serta dalam tragedi itu.

Seperti mencairnya lapisan es Quellccaya yang berada di dataran tinggi gunung Andes, Peru yang merupakan wilayah es terbesar di daerah tropis dan Lonnie Thompson. Profesor Ilmu Geologi Ohio State pernah melakukan penelitian ilmiah dan menemukan sesuatu telah  terjadi secara tiba-tiba sekitar tahun 3200 SM. Kondisi itu mempengaruhi iklim diseluruh wilayah. Menurut ilmuwan Thor Heyerdahl, "bencana geologi yang terjadi di Atlantik cukup besar hingga mampu memisahkan Islandia, dan pantai diseluruh dunia terangkat, hutan terendam dan bukti permukaan laut menunjukkan bahwa bencana itu terjadi sekitar tahun 3100 SM".

Penelitian lapisan es lainnya diseluruh dunia juga sama. El Nino merupakan peristiwa siklus meteorologi dimana tingkat kenaikan suhu permukaan Pasifik memiliki efek dratis pada cuaca dunia. Ilmuwan menemukan bahwa ada El Nino terbesar terjadi pada 5000 tahun yang lalu (3000 SM). Sungai Delta mulai terbentuk diberbagai belahan dunia. Misalnya Lembah Sungai Nil terbentuk sejak saat itu hingga hari ini. Sistem Ekologi Afrika Utara hancur dan gunung berapi Meidob di Sudan meletus.

Kehancuran Peradaban Manusia Sekitar Tahun 3000 SM.


Ketika Peradaban Manusia mulai berkembang sekitar 5000 tahun yang lalu, Di kabarkan banjir besar melanda disekitar pantai Inggris dan bukti cincin pohon menunjukan bahwa atsmosfer waktu itu di Irlandia dan Inggris diselimuti debu, Inti es mencair di Greendland juga menunjukkan adanya peningkatan debu jatuh diseluruh dunia pada tahun 3100 SM. Meskipun legenda pada waktu itu menyebutkan adanya perubahan dalam keyakinan agama para dewa langit.

Tahap pertama pembangunan Stonehenge meletakan lebih dari seribu batu lingkaran yang mungkin digunakan untuk tujuan religius dan sosial. Keyakinan ini mulai muncul di Kepulauan Inggris dan meliputi negara-negara lain walaupun jumlahnya tidak begitu meluas. Perubahan terjadi di Orkneys, Scotlandia Utara. Dimana Skara Brae merupakan type baru kehidupan masyarakat mulai dekat dengan kawasan suci yang terdiri dari dua lingkaran batu besar berbentuk gundukan Maes Howe dan Komplek Ness Brodger. Gundukan batu besar juga ditemukan sepanjang pantai Atlantik Eropa.  Beberapa arkeologi dunia menggambarkannya sebagai pemakaman. Tapi mungkin legenda Celtic Irlandia benar adanya, ketika gundukan New Grange Irlandia dianggap sebagai Rumah Dewa Tertua di Dunia.

Hancurnya, Peradaban, Manusia, Seluruh, Dunia, Tahun, 3000, SM

Sekitar tahun 3000 SM, Beberapa Peradaban Manusia di Timur Tengah berpindah seperti orang-orang Fenisia ahli bangunan dan pelaut yang kemudian menetap di Levant. Selanjutnya di barat Mediterania, seluruh pulau Crete dipengaruhi pergolakan besar, manusia mencari perlindungan di gua-gua dan menetap di bukit yang tinggi.

Setelah memasuki tahun 3000 SM, permukaan laut ujung timur Mediterania mulai turun atau mungkin datarannya yang naik. Peradaban Mesir pada tahun 3100 SM kala itu berada diantara dua kerajaan yang bersatu, Meskipun Mesir tidak menyatakan legenda banjir, peristiwa bencana yang terjadi disinggung dalam Kitab Egyptian Book of the Dead. Kuil utama Malta hancur secara tiba-tiba dan arkeolog Joseph Ellul menyatakan bahwa semua ini disebabkan oleh gelombang air besar yang menyapu dari Atlantik dan menghanyutkan tanah humus Malta. Sementara Pulau Sisilia dan bagian interior Perancis mungkin juga telah terkena dampak banjir pada waktu itu.

Sementara Peradaban Sumeria yang berada di Irak Selatan terjadi bencana sekitar tahun 3000 SM. dimana diduga Peradaban Manusia lebih maju daripada yang lainnya. Wilayah diperluas ke kota, Sumeria dianggap mempunyai pengaruh besar pada budaya lain. Menurut para Ahli Taurat, Orang-orang yang selamat dari air bah setelah meninggalkan tanah kelahirannya. Mereka berhenti pada sebuah tanah yang disebut Dilmum atau saat ini disebut Bahrain. Tidak ada yang tahu darimana asal usul mereka. Mungkin tanah kelahiran mereka terendam dibawah Teluk atau masyarakat misterius ini berasal dari sub-Benua India.

Mitologi Dewa Langit Membantu Peradaban Manusia


Menurut Ahli Taurat bangsa Sumeria, banjir disebabkan oleh mahluk illahi yang disebut Annunaki atau Annanage. Sarjanawan alternatif meyakini mereka berasal dari luar bumi. Mitologi ini pertama kali terlihat dari dipuncak gunung. Sebuah tempat yang disebut Kharsag dimana mereka membantu Peradaban Manusia dan mengajarkan manusia cara bertani dan berbagai seni. Kemudian mereka menghancurkan ummat manusia dengan mendatangkan banjir karena dianggap telah lalai.

Pada umumnya tidak disebutkan  nama. Tapi diindefikasi nahwa mereka para pemimpin Annunaki yang dipuja sebagai dewa dalam banyak budaya awal di Timur Tengah dan tahun-tahun berikutnya. Banyak orang mengklaim bahwa mereka nenek moyang Bangsa Sumeria. Terkadang disebut pahlawan kelompok dewa. Kemudian muncul tradisi dalam agama Mesir dan disinggung melalui tata letak simbolis sebuah komplek rahasia bawah tanah berdekatan dengan Piramida Giza.

Salah satu pimpinan Dewa Sumeria dikenal seluruh dunia dengan berbagai nama. Menurut legenda awal, dewa ini berpenampilan seorang pria kulit putih, berjenggot tinggi dan dia mengenakan jubah putih panjang dan terkadang mengenakan sandal putih. Beberapa orang mengatakan bahwa ia menyebabkan banjir sementara yang lainnya mengatakan bahwa ia membantu menyelamatkan para korban. Bangsa Sumeria memanggilnya Ea atau Enki dan mereka menggambarkannya sebagai pria bertanduk dan berjenggot.

Dalam kisah Banjir Babilonia, dikabarkan dewa ini menyelamatkan benih manusia dengan menyelamatkan satu orang Dogon. Di Afrika Barat mengenalnya sebagai Lebe dan seperti cerita pada peradaban lain, dewa ini dihubungkan dengan pertanian. Orang Mesir memanggilnya Osiris dan terkait dengan pertanian. Mereka juga menganggapnya sebagai Dewa Kematian, dimana setiap orang Mesir berharap untuk bersatu dengannya ketika meninggalkan dunia. Menurut legenda Mesir awal, setelah meninggalkan Mesir, Osiris dan dewa lainnya pindah ke wilayah lainnya.

Bencana Besar Terjadi Di Asia Tahun 3000 SM


Di awal Peradaban China juga merujuk pada tahun 3000 SM. budaya Long Shan tersebar di sepanjang Pantai Pasifik. Long Shan lebih maju dari Peradaban pendahulunya. Mereka tinggal di kota-kota berdinding dan hidup dengan berternak domba, sapi dan kambing. Mereka mulai mencapai Korea dan mulai membangun desa terutama di daerah pantai. Di sekitar 5000 tahun yang lalu beberapa masyarakat asli Taiwan tiba di pulau itu. Menurut suku Ami, Nenek moyang mereka sebelumnya tinggal di pulau lain, sebelah timur Taiwan. Tetapi pulau mereka dihantam badai yang sangat hebat.

Legenda Ami menceritakan kisah lain yang menakutkan. Ketika banjir terjadi setelah gempa bumi dan letusan membanjiri seluruh bumi. Menurut Vaughn M Greene ada beberapa indikasi bahwa China dan Jepang dikunjungi oleh mahluk luar yang mendirikan kerajaan penguasa. Pada tahun 300 SM, banyak dewa berjalan dimuka bumi dengan gambaran berjenggot putih. Seorang pria bernama Tai-Ko Fe-Kee datang ke China. Greene mengatakan bahwa dewa ini mengajarkan seni dan pertanian serta mengajarkan sistim kalender. Legenda China juga memiliki legenda banjir besar dan umumnya terjadi sekitar 4200 tahun yang lalu. Setelah itu ada kemajuan dalam Peradaban Manusia dan berbagai budaya awal, mereka tercatat di era Banjir Besar.

Legenda Pribumi Amerika Sekitar Tahun 3000 SM.


Di Amerika Utara di mulai sejak tahun 3000 SM, peningkatan populasi terjadi dibeberapa bagian benua seperti Pantai Utara dan Barat Pasifik. Perkembangan budaya dan perdagangan dipeluas, Sementara Sarjanawan meyakini nenek moyang semua penduduk asli Amerika menyeberangi Selat Baring dari Asia ribuan tahun yang lalu. banyak orang pribumi mengatakan bahwa mereka datang dari negeri yang hilang dtelan banjir.

Ada sebuah Legenda Banjir yang terjadi di Amerika Utara dan beberapa penduduk asli Amerika mengatakan, Ketika banjir datang nenek moyang mereka melarikan diri ke bukit yang tinggi. Legenda lainnya menyebutkan bahwa mereka berlindung dibawah tanah dan gua-gua. L Taylor Hansen mengumpulkan legenda asli Amerika tentang kunjungan mahluk luar bertubuh besar. Beberapa orang menyebutnya Mukzijat atau Nabi atau dukun dan mereka mengatakan bahwa mahluk itu mengenakan Jubah Putih Panjang.

Suku Mandan Indian mengatakan bahwa dia adalah leluhur pertama mereka. dia mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit serigala putih dan menyelamatkan mereka dari banjir. Orang-orang Ojibwe memanggilnya Manaboza atau Michabo. Mereka juga menganggapnya sebagai Kelinci Putih Besar karena penampilannya putih menyilaukan. Manabozho mempunyai mush supranatural yang menghancurkan dunia dengan banjir tapi dia melindungi para korban. Tradisi dan legenda tampaknya didasarkan pada cerita 5000 tahun yang lalu yang di pimpin oleh Annunaki. Mereka tertanam dalam tradisi beberapa penduduk asli Amerika termasuk suku Cherokee dimana mereka mempengaruhi tata letak Dewan Chambers dan aspek religius dari beberapa permainan populer.

Di tahun 3000 SM tampaknya dunia dalam kekacauan. Karibia juga mengalami bencana besar dengan adanya legenda banjir di beberapa pulau. Menurut Paul Dunbavin, Hutan bakau yang hidup sekitar tahun 3210-3120 SM telah ditemukan pada kedalaman 3 meter di Pulau Bimini. Banjir dipulau-pulau Karibia sangat alami yang terletak persis berlawanan dengan Giblaltar dan pulau berbentuk sepatu kuda mencerminkan terjangan gelombang mengarah ke Karibia.

Suku Hopi di Amerika Utara mempunyai legenda yang terjadi setelah air bah dan melibatkan Klan Bow. Diceritakan mereka tinggal di gua-gua tertentu dan kemudian menjadi tempat asal beberapa tempat asal penduduk pribumi Amerika Tengah. Tak seorangpun bisa menemukan gua-gua ini karena tidak secara fisik terlihat. Kisah Alegoris yang ditampilkan dalam legenda penciptaan suku Maya diperkirakan terjadi pada tahun 3114 SM. Gua ini direpresentasikan dalam bentuk arsitektur sakral di beberapa kota suku maya seperti Chichen Itza dan simbolisme yang sama seperti yang ada di Giza, Mesir.

Di Amerika Tengah, entitas yang sama juga ditemukan dalam legenda suku-suku di Utara. Suku Aztec menyebutnya Quetzalcoatl dan suku Maya menyebutnya Kukulcan. kedua sebutan itu artinya Ular Berbulu. dia bukan Dewa Ular, meskipun beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa rata-rata Peradaban Dunia dikaitkan dengan ular seperti Osiris dan Dogon Lebe. Brasil memiliki masyarakat adat yang tinggal di hutan. Selama beberapa tahun terakhir para peneliti menemukan beberapa misteri masa lalu. Beberapa tahun yang lalu, enam piramida terlihat pada peta satelit berada dihutan dekat sisi timur Andes. Dan banyak piramida yang dibangun dari kerang laut oleh orang yang tak dikenal dan baru-baru ini juga ditemukan disekitar pantai selatan Brasil. Temuan tertua diperkirakan berdiri pada tahun 3000 SM dan jejak peradaban yang hilang juga telah ditemukan dihutan-hutan Brasil.

Suku Muiska di Kolombia juga memiliki legenda tradisi yang disebut Bochica. penampilannya berkulit putih dan berjenggot panjang. mengenakan jubah panjang dan membawa tongkat. Sama seperti kisah lainnya, Mereka mengatakan bahwa dia tiba-tiba muncul didataran tinggi. Mengajarkan mereka sini berburudan pertanian dan bagaimana membangun rumah dan hidup di desa. Sekitar 5000 tahun yang lalu juga terjadi El Nino. Pemukiman mulai ditemukan sekitar pantai Peru. lonjakan bangunan monumen, tanda-tanda pertanian disepanjang lembah sungai. Supe Aspero dikabarkan orang tak dikenal telah membangun gundukan besar selama bertahun-tahun. Beberapa peradaban maju muncul diberbagai wilayah Peru. Termasuk yang terakhir adalah Inca. Dalam tradisi suku Inca juga memiliki legenda tentang seorang pria kulit putih berjenggot, mengenakan jubah putih dan membawa tongkat. mereka menyebutnya Viracocha.

Sekitar tahun 3000 SM, Orang-orang mulai berlayar ribuan mil di laut Pasifik untuk menemukan tempat tinggal. Imigran mulai berdatangan memasuki Philipina dan gelombang Imigran mulai menetap di Kepulauan Indonesia. Mungkinkah bahwa gerakan ini disebabkan oleh El Nino? Hal yang tidak biasa juga terjadi di Autralia. Stephen Oppenheimer mengatakan bahwa pasca banjir, Kedatangan mahluk asing mencapai Australia sekitar 5000 tahun yang lalu dan alat-alat canggih tersebar keseluruh negeri. Suku Aborigin di Australia mempunyai legenda dewa langit yang disebut Baime. berpenampilan seorang pria tua yang membawa pengawal.

Baimi dikatkan dengan ular, dan menurut legenda dia pernah menyebabkan banjir. Ritual suku Aborigin sangat mirip dengan wacana keagamaan Stonehenge. Salah satu dari sekian banyak monumen agama. Alasan lain menganggap Wonjini Aborigin merupakan versi lain kisah Annunaki Sumeria. Begitu juga dengan Kepulauan Hawaiitak luput dari tragedi besar 5000 tahun yang lalu. Dewa mereka berhubungan dengan pertanian, curah hujan dan kesuburan. Mereka memanggilnya Lono dan menggambarkannya dengan kulit putih.


Referensi:
  • Americans Indians in the Pasific, by Thor Heyerdahl, George Allen and Unwin Limited 1952.
  • Myths of the Americas, by Daniel G. Brinton, Multimedia Publishing Corp.
  • Secret Cities of South America, by Harold T. Wilkins, Rider and Company 1950
  • Myths of Melanisia and Indonesia, Indian Myth and Legend, by Donald A. Mackenzie, GreshamPublishing Company.
  • Eden in the East, by Stephen Openheimer, Pheonix 1999.
  • The Pleiades Legacy (The Stone Age), by Leonard Farra
  • A Flood on Java 1865-1876 by Raden Saleh, Image courtesy of wikimedia commons.
Sumber: isains.com