Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Sepenggal Cinta Di Hati Elang
Oleh: Mars Hayrusd

Entah berapa lama waktu yang telah dia habiskan untuk menyesali kesendirianya. Dia merasa tak berarti , hidupnya tak jauh beda dengan seonggok daging dan tulang tak bernyawa, terlalu dalam dia terjerumus di liang kesendirian. Elang, ya dia lelaki yang dari waktu ke waktu terjerembab di lobang keterasingan. Elang yang tak lagi perkasa, dia hanya pecundang yang dikalahkan oleh emosi serta mimpi – mimpinya. “ Mas kau lelaki satu – satunya yang ku pilih di kehidupanku, kau lelaki harapanku, merdu suaramu menghapus kesunyianku,” suara yang tak asing bagi Elang dari balik gagang telpon. “Hatiku terjerat, terjerumus, terbius keindahan katamu,” masih dari orang yang sama yang sangat akrab di telinga Elang. “Sudahlah Embun, jangan tertipu dengan suaraku, apa yang kau bayangkan tentang aku tak seindah kenyataan,” balas Elang.

Embun Kejora, satu nama yang telah mengisi hari-harinya. Dia sumber inspirasi, pemberi motivasi dan penyemangat hidup. Dia gadis impiannya, dia cerdas, multi talenta cantik luar dalam, blasteran cina dan jawa. Elang benar - benar jatuh oleh pesonanya, dia sandarkan segala harapan dan cita citanya pada gadis itu.


Sebuah stasiun radio tempat ia bekerja yang mempertemukan keduanya walau hanya sebatas sms dan telphon, tak lebih dari itu. Elang yang selalu bercanda, berceloteh tentang apa saja, bicara tentang cinta misalnya, semua demi menyenangkan pendengarnya walaupun hatinya berlumur duka. Bila dia mengudara banyak wanita yang terhanyut dengan suaranya, dia dikelilingi banyak wanita, tapi semua tak ada yang berarti. Hatinya hanya terpaut pada Embun Kejora, wanita yang ia kenal beberapa bulan yang lalu dari balik gagang telpon, dengan kelembutan kata dan juga keindahan bahasa yang dia terima lewat sms smsnya. Embun yanga selalu setia mendengar di setiap acara yang dia bawa . Gadis itu pandai mempermainkan emosi Elang, hingga dia terhanyut ke puncak hayal setinggi mahameru.

****

Gemuruh di hati Elang masih tetap bergolak tiada henti, liar bagai kuda lepas kendali. Perasaannnya bercampur aduk antara dendam cinta dan benci, menggelinding bagai bola api, menyodok ulu hatinya hingga menambah kepedihan batin yang membuncah. Mengapa semua jadi kacau, setelah kepergiannya, sesal Elang dalam batin. Apa arti hidup kalau tak punya harapan, apa arti cinta kalau dinistakan. Hatinya meratap, ia masih mengharap kehadiran Embun di sampingnya. Walau hatinya telah lelah, sering disakiti oleh gadis yang dulu sangat dicintai, Embun Kejora, ya Embun Kejora gadis blasteran jawa dan cina, yang saat ini entah di mana.

Embun! cerita indah yang telah kita rajut, sekarang telah hilang dari hidupku , tak ada lagi getar hati . Tentang cinta untukmu semua telah sirna dari ingatanku, tak ada lagi yang tersisa, tercerabut sudah dari ruang rindu. Sepenggal cintaku ternyata harus terkubur dalam - dalam, tak mungkin tergali dan bangkit lagi. Semua sudah pupus, musnah, karena mimpi-mimpi dan harapan serta janji yang kau beri untukku telah kau curi kembali. Secepat itukah kau lupakan semua. Sungguh kau tak pandai menyimpan rasa. Haruskah aku mengadu pada gelapnya malam, meratap, merintih dan menyesali nasib? Aku hanya bisa berharap mungkin malam lebih bisa menjawab kegelisahan ini. Dengan penuh ragu , kuberanikan menyapa. ”Hai malam ……. bagaimana kabarmu?” Kau diam, bisu, dingin tak banyak memberi asa, kau kelam sekelam hatiku, mimpimu telah hilang tanpa bintang, tersaput mega gelap sehitam jelaga. Tak ada jawab yang sanggup menghapus kegelisahanku. Ku coba sampaikan pada pagi , ternyata sama , pagi pun tak banyak memberi harapan dan pencerahan. Pagi, kau tak indah lagi, kau telah hilang melayang tersapu angin, berbalut kabut, pekat sepekat hatiku yang kian memendam rindu.

Harus dialamatkan ke mana selembar kertas surat yang pernah ditulis Elang, apa sekedar coretan tanpa makna, atau hanya sebagai ungkapan kemurungan dan kegelisahan yang menusuk nusuk hatinya, atau surat itu hanya ditujukan pada angin pembawa berita. Mungkinkah surat yang pernah ia tulis itu untuk Embun yang tak karuan rimbanya.

Selama ini tak ada komunikasi sekalipun, baik melalui telphon , surat atau hanya sms saja? Semua tak pernah ia lakukan. Jalinan hubungan tak pernah ada, tertutup sudah akses menuju orang yang selama ini ia harapkan.

***

   “Sungguh, satu hal yang sangat lucu.” “Apa maksudmu Rud?”tanya Elang pada Rudi sahabatnya. “Ya, seorang penyiar yang banyak digandrungi cewek ternyata harus takluk, lumpuh dan merana karena cintanya pada istri orang.” Rudi menjawab dan menertawakannya. ”Aku makin tak mengerti apa yang kamu katakan.” balas Elang. “Hai bung apa kamu tak tahu cewek yang kamu gilai itu sudah punya suami bahkan sudah punya anak lagi.” jawab Rudi meyakinkan. “Kamu punya data dan bukti sehingga apa yang kamu ucapkan bisa kupercaya?” “Ya aku punya bukti, kalau apa yang aku katakan itu benar.” “Kamu kenal nomer ini?” Rudi menunjukkan handphonenya. Elang sangat kaget melihat nomer yang ada di hp sahabatnya, nomer yang pernah mengirim satu pesan berisi ancaman untuk dirinya. ”Aku serigala yang siap menerkam siapa saja yang ingin mengganggu rumah tanggaku, seandainya anda bukan sahabat Rudi pasti sudah kucabik cabik dan kulumat habis dengan taring dan kuku tajamku.” Siapa gerangan pengacau ini? pikir Elang saat itu. Orang yang akan merenggangkan hubungannya dengan Embun. Sms yang membuat Elang penasaran dan marah, sms yang sangat diingat kalimat- kalimatnya yang pernah ia terima beberapa bulan yang lalu.

   “Elang aku pernah ketemu suaminya.” lanjut Rudi. “Ketemu di mana, kenal kamu dengannya?” tanya Elang setengah ragu. ”Di suatau tempat di sebuah acara pertemuan, aku kenal baik suaminya, dia tahu kamu sahabatku, dia mohon padaku agar menasehatimu untuk menghentikan hubungan gilamu dengan istrinya, dia tak ingin rumah tangganya hancur gara-gara kamu, dan perlu kamu tahu Elang, suaminya pernah menemukan sms-sms mu di hp istrinya dan semua smsmu telah dia baca.” Rudi menjelaskan. Elang kaget dan terperangah tak bisa bicara sepatahpun, lidahnya kelu, pikirannya hanya bisa mengingat sms beberapa bulan yang lalu dari seseorang yang mengaku suami Embun. Ternyata orang yang pernah sms dan mengaku suaminya itu memang benar. Elang masih ingat betul isi sms yang dia terima. Tapi mengapa Embun mengaku cewek yang masih berumur 23 tahun yang melarikan diri dari rumah karena akan dikawinkankan paksa orang tuanya. Seorang dokter kaya yang terpaut jauh usianya akan dijodohkan dengannya.

Dia pernah bilang “Hanya orang gila yang mengaku-ngaku jadi suamiku, percayalah aku masih gadis mas.” Apa benar dia hanya wanita penggoda, penipu yang selalu mengerjai mangsa mangsanya, atau dia wanita kesepian yang ingin cari hiburan untuk membunuh rasa sepi yang mendera dirinya. Elang tak bisa memberi kesimpulan. Ternyata dia harus mengubur dalam-dalam cinta yang telah membelenggu dirinya, dia harus bangkit, tegar menghadapi kenyataan, dia tak mau jadi pecundang. Biarlah Embun jadi misteri bagi dirinya.


===================================================================
Mars Hayrusd : Pecinta Sastra
Seorang penyiar Radio Swasta di Banyuwangi
Cerpen ini pernah dimuat di Radar Banyuwangi Edisi 2 Januari 2011
Facebook:omar_effendy@yahoo.co.id
No Hp : 085 859642741
Alamat : Jajag - Banyuwangi
===================================================================
Cinta yang Terpendam
oleh: IsloveFha
Suatu pagi yang cerah, terlihat sosok gadis yang masih terbaring di tempat tidurnya. Gadis itu bernama Ifa, dia termasuk anak yang agak susah bangun pagi. Terdengar suara ibunya membangunkan Ifa, “fa,,fa,,bangun cepat,,,sudah jam 6 lho, kamu berangkat sekolah apa gak kok gak bangun bangun?”. Ifa malah dengan asyiknya menutupi tubuhnya dengan selimut yang hangat, dan ibunya pun langsung menarik selimutnya. Dan akhirnya Ifa pun terpaksa bangun, setelah dia melihat jam di sampingnya, Ifa pun langsung bergegas mandi dan siap-siap berangkat sekolah. 

***

Di sepanjang jalan, Ifa mengendarai motor dengan ngebut karena sudah hampir jam 7. Dan akhirnya, dia tidak sengaja hampir menabrak pengendara lain. Yang ditabrak itu ternyata siswa cowok dari SMK GARUDA yang merupakan musuh dari sekolahnya Ifa (SMK BINTANG) khususnya di ekskul Pramuka. Dan diapun marah dan mereka berhenti sejenak di pinggir jalan. “woy, kalau naek motor tu ati-ati donk,,kalau gue kenapa-kenapa mau tanggung jawab pa? dasar anak SMK BINTANG”, ucap cowok yang ditabrak Ifa. “iya maaf, tadi gue buru-buru. Sudah dulu yach,,gue mau berangkat, ngapain gue buang-buang waktu disini terlalu lama? Gak penting! Bye..” ucap Ifa dengan santai. Dan Ifa langsung berangkat ke sekolah, sementara itu cowok, dah ngomel-ngomel sendiri gak jelas, (kayak orgil ja),,he,.he

***

Sesampai di sekolah, Ifa langsung dihukum guru. “nasib gue apes banget ya hari ni?”, gerutu Ifa dalam hati. Setelah dia sampai kelas, pelajaran dimulai seperti biasanya. Dan bel pulang pun berbunyi, dalam sekejap cepat banget ruangan kelas Ifa sepi.

*** 

‘‘Busyet dach,,anak-anak sini, kalau udah bel pulang aja cepet banget ngilang. Dah gitu pada dijemput cowoknya lagi. Mending kalau cowok mereka tu gak dari SMK GARUDA, nyebeling banget dech,,,uch…”, ucap Ifa. Dan dari kejauhan datang Ida (sahabat Ifa), “ngapain sih fa kamu masih benci terus sama anak SMK GARUDA? Gitu-gitu juga mantanmu anak sekolah situ kan?”, tanya Ida. “udah dech Da, gak usah bahas itu lagi, aku tu dah males ngomongin anak SMK GARUDA. Mending kita buruan siap-siap berangkat ke Polres latihan Saka Bhayangkara.”, jawab Ifa. “iya-iya, rajin amat sih kalau mau ke Polres? Mentang-mentang ada ‘bang romi’ (senior Saka bhayangkara polres) ?”, ejek Ida. “yee, sory ya, aku itu rajin ke polres bukan gara-gara tu anak tau. Aku cuma suka ja ma kegiatan disana. Apalagi tu anak tu siswa SMK GARUDA, jadi ya anti gue ma dia.”, tegas Ifa. “iya-iya percaya ach. Ya udah ayo berangkat, aku nebeng ya? He,he..”, jawab Ida sambil minta tebengan. “dasar maunya gratisan..ya udah ayo kita bareng-bareng sama yang lain”, jawab Ifa. Dan mereka berangkat dengan Eka, Yuli dkk Sabhara lain.

***

Tiba di polres, mereka disambut dengan hukuman lari oleh kak Charly (instruktur Sabhara yang terkenal galak, cuek dan angkuh). 
“uh, sebel banget deh baru dateng langsung disuruh lari”, gerutu Eka. “ya iyalah, kita saja datengnya telat 1jam.”, sahut yuli. Dan latihan berjalan lancar seperti biasa. Saat waktu pulang tiba, Ifa selaku ketua dari ekskul Pramuka di SMK BINTANG dipanggil menuju Ruang Pembina. Ternyata di dalam ada Kak Charly, ‘Bang Romi’, dan kakak- kakak senior lainnya. Ifa pun salting saat masuk ke Ruangan itu dan dia minta Eka (wakilnya Ifa) untuk menemaninya. “da pa pak?”, tanya Ifa pada Pak Aji (Pembina). “begini, tolong kamu urus segera administrasi anak-anak SMK BINTANG yang belum kelar.”, jawab Pak Aji. “lho pak, kayak’e sudah beres semua kok pak, iya kan ka?”, jawab Ifa. “alah paling Cuma pura-pura udah? He,he”, ejek kak Idan (sahabat ‘Bang Romi’). “huss..jangan gitu kamu Dan, kali ja pak Aji salah mungkin pak. Mungkin sekolahnya emang udah beres semua administrasinya.”, bela ‘Bang Romi’ pada Ifa. “wach,,kalau Ifa kok dibelain terus? Da pa tuch?”, ucap kak Idan yang bikin jantung Ifa dan Romi deg-degan gak karuan. Sebenarnya Ifa sudah lama suka dengan Romi, tapi karena dia sudah sangat anti dengan SMK GARUDA, jadi dia malu untuk mengakuinya. Padahal mereka kenal sudah lama dan sudah sering sms-an dan fb-an. Begitu juga dengan Romi, dia juga sudah suka dengan Ifa, tapi dia merupakan cowok yang belum pernah pacaran. Jadi dia gak berani ngungkapin perasaannya itu. Dan akhirnya urusan Ifa dengan Pak Aji kelar. Lalu dia dan teman-temannya pulang.

***

Suatu ketika, Ifa ditembak Riza (senior Sabhara yang merupakan teman dari Romi). Ifa pun menolaknya, “kenapa sih yang nembak aku malah bukan dia(romi)? Padahal aku tu dah ngarep banget dia nembak aku. Apa dia gak suka sama aku ya?”, Tanya Ifa dalam hati. Dihari yang sama, Romi juga ditembak Yuli(teman Ifa), Romi juga menolaknya, “kok gak Ifa yang nembak aku? Apa dia gak suka sama aku ya?”, Tanya Romi dalam hati. Eka sebagai teman dari Ifa yang juga cukup akrab dengan Romi sebenarnya ingin mengatakan pada keduanya kalau mereka itu saling suka, tapi selalu saja ada yang menghalang-halangi. Dan akhirnya, sampai Romi lulus dari SMK GARUDA, Eka belum juga memberi tahu pada mereka.

***

Suatu hari, terdengar kabar bahwa Romi akan kuliah di luar kota. Romi tidak pernah menceritakan hal itu dari Ifa karena dia merasa itu tidak penting bagi Ifa. Padahal itu sangat penting bagi Ifa yang sangat mencintainya. Sampai akhirnya Romi telah pergi ke luar kota dan Ifa baru tahu kepergiannya itu dari Yuli yang selama ini suka sama Romi dan Ifa mengira Yuli itu pacarnya Romi. Makanya Ifa tidak pernah berani menghubungi Romi dan hingga akhirnya Ifa gak tahu kepergian Romi. Padahal Yuli itu tidak pacarnya Romi, dan Ifa baru tahu hal itu. Ifa sangat menyesal setelah dikabari Eka bahwa Romi sebenarnya juga suka dengan Ifa. Ifa menyesal kenapa dulu dia tidak mengungkapkannya saja. 

***

Waktu terus berjalan, Ifa masih tetap menanti Romi. Dia berusaha untuk bisa menghubunginya, tapi semua sia-sia. Romi juga selalu berusaha menghubungi Ifa, tapi usahanya juga sia-sia. Mereka lost contact bertahun-tahun. Mereka menyesal telah memendam cinta mereka di masa lalu. Dan cinta mereka pun berakhir sebagai ‘cinta yang terpendam’.


Oleh : Islovefha
24 January 2011
c.iefha@yahoo.com
CHATTING ...

By. Shinta Trinovia Kumalasari



    Iya chatting. Kenapa, apa ada yang aneh atau keliru..?? Sampai harus bengong, melotot dan heran. Biasa saja lah, WOLES saja. Hahaha .
    Siapa sih yang gak tau dengan namanya chatting, facebook, twitter, YM, koprol, atau mig33. Itu seperti ladang buat remaja-remaja sekarang untuk sekedar mencari kenalan,majang foto-foto narsis atau bahkan meng-GALAU dengan status-status ala cinta remaja masa kini. Semua itu sah-sah saja di jaman serba edan ini. Orang yang tempatnya jauh serasa dekat tapi yang dekat seolah menjauh.
     Dan Rania adalah salah satu remaja yang kecanduan yang namanya Facebook. Lebih baik sehari gak jajan deh daripada harus relain pulsa abis yang akibatnya dia gak bisa buka akun Facebooknya. Bukan apa-apa karena dari facebook dia serasa menemukan dunia baru yang benar-benar dia inginkan. Kenal dengan banyak orang,berkomentar di status orang yang kadang sama sekali tak dikenalnya atau hanya lempar-lemaparan jempol di status teman. Semua terasa menyenangkan... apalagi sejak sang ayah membelikannya notebook dan modem anti lelet impiannya. Bisa dihitung lah berapa lama waktu Rania yang tidak dihabiskan di depan notebook barunya itu. Apalagi sejak ia kenal dengan Agra teman facebooknya. Huuhh...lebih parah lagi itu.
     Tingkah Rania berubah seketika di sekolah dia lebih suka mantengin handphonenya buat chatting dengan Agra di dunia yang lain yaitu mig33. Masih satu dunia sih sebenernya sama facebook tapi kan berhubung Rania online pake hape jadi ya gak bisa kalau chattingan lewat facebook. Sosok Agra seolah menyihir Rania yang lugu. Menurutnya Agra adalah sosok yang ia impikan baik,perhatian dan bisa mengerti apa yang Rania inginkan. Maklum saja Rania memang haus akan itu semua bahkan mungkin Rania hampir lupa rasanya diperhatikan. Keluarganya broken home, kakaknya ada di luar negeri sedangkan sang ayah sibuk berbisnis kesana-kemari. Hanya sesekali saja menelpon Rania untuk menyakan kabar dan keadaannya.
     Tapi,akhir-akhir ini Agra off dari dunia maya. Tak ada status yang ia tulis dan tak ada pula pesan yang ia kirim untuk Rania. Hati Rania benar-benar gelisah dia kelimpungan bahkan tak mau makan gara-gara hal itu. rania kembali dalam kesunyiannya tak ada senyuman yang ada di bibirnya semua kembali seperti semula. Murung dan terdiam.
“Jangan sedih Rania manis ... aku gak akan ninggalin kamu kok. Agra ...:)”
     Rania tertegun membaca sepucuk surat yang ia temukan di depan gerbang rumahnya. ia celingukan mencari pengirim surat misterius itu. kenapa ada nama Agra disana dan apa mungkin Agra mengiriminya surat. Tapi apa mungkin kantor pos menerima surat tanpa perangko dan tanpa amplop. Atau ini modus pengiriman baru dengan botol bekas air minum? Hahh...semuanya serba tak masuk akal dan ganjal di hati Rania. Tanpa pikir panjang Rania membuang botol bekas berisi surat itu ke tong sampah depan rumahnya. “pasti orang iseng,”batinnya.
     Ada hal aneh di sekolah, semua mata menjurus ke arah Rania. Dari atas sampai bawah mata-mata itu seolah menelanjangi setiap langkah kaki Rania. Rania bertambah gugup ketika Keke menyapanya dengan

sapaan yang aneh “wah..gak nyangka gue. Elu jadi model ya. Bagus-bagus tau gak hasil jepretannya. Selamat ya..”
      Rania semakin bingung dengan semua yang baru saja terjadi. matanya berkeliaran mencari-cari sesuatu, dan .... yaaap ini dia. Ini adalah sumber dari semua keanehan pagi itu. matanya melotot seolah tak percaya. Foto-fotonya terpampang di mading sekolah. Bukan jepretan orang biasa seperti fotografer yang sudah mahir,lengkap dengan semua editan-editan yang berkelas. Luar biasa!! Anehnya sama sekali Rania tidak merasa pernah berpose atau melakukan pemotretan seperti itu. semua foto jelas seperti foto yang tak disengaja tapi punya nilai estetika. Lalu siapa yang melakukan ini tanpa sepengetahuannya? Tak ada yang dekat dengannya akhir-akhir ini. Hanya Agra temannya di dunia maya yang tiba-tiba lenyap di telan bumi. Rania benar-benar dirundung rasa penasaran yang luar biasa. Foto-foto itu diambil sekitar tiga sampai empat bulan belakangan ini. Dan jangka waktu itu saat-saat ia berhubungan dengan Agra sebelum akhirnya ia menghilang. Rania segera membereskan foto-foto di mading dan memasukkannya ke dalam tas. Dia sudah tak kuat menahan rasa malu di depan teman-temannya.
       Di rumah Rania langsung beraksi. Membuka semua akun mayanya. Dari mulai facebook,twitter bahkan mig33. Dia sangat berharap bisa bertemu dengan Agra dan meluapkan semua unek-uneknya saat ini. Tapi semuanya tetap nihil. Ia sudah mengulang semuanya berkali-kali. Tapi sama saja, tak pernah ada hasil yang diharapkan. Semuanya percuma. Di tengah keputus asaannya tiba-tiba handphonenya berdering. “nomer dirahasiakan.” Tak biasanya ada panggilan masuk dengan nomer rahasia seperti ini. “ahh..paling juga orang iseng”gumamnya. Tapi berulang-ulang nomer itu menelpon sampai membuat Rania merasa risih juga.  Terpaksa Rania mengangkatnya,
“halo..”
“lama banget sih Ran... apa kamu gak inget besok itu tanggal berapa? Kalau kamu inget besok datang ya ke tempat biasa dulu,pake baju favoritmu dulu pas ketemu aku. Jam 3 sore”
       Belum sempat Rania bertanya siapa yang menelponnya telpon itu sudah terputus. Rania berusaha mengingat pemilik suara serak basah itu. Tapi percuma saja tak ada yang terbersit sedikit pun. “Tok..tok..tok” suara itu membuyarkan lamunan Rania. Pembantunya memberikan kotak kecil warna merah jambu. Tanpa nama pengirim dan juga alamat yang jelas. Surat kaleng lagi. Tapi ini bukan surat melainkan puzzle. Rania semakin tak mengerti ia merasa tengah diteror. Tapi apa yang diinginkan teroris darinya? Baju,coklat,atau sepatuku? Ah..ada-ada aja. Puzzle acak-acakan yang gak jelas susunannya. Seperti potongan kertas yang di gunting tak beraturan. Yang sudah dimakan kuda dan di muntahkan lagi karena gak mungkin kuda makan kertas. Kertasnya benar-benar kusut dan berwarna tak lagi merah jambu. Warna merah jambunya sudah memudar seperti sudah diinjak-injak dan di dekatkan tungku pembakaran sehingga agak-agak coklat gosong. Benar-benar sulit dibaca deh puzzlenya. Semalaman Rania mencoba menggabungkan potongan-potongan itu. belum juga ketemu maknanya. Malam merayap naik hingga matahari samar-samar bersinar. Akhirnya Rania bisa menyatukan potongan-potongan itu tapi masih ada bagian yang kosong disana. Rania mencoba berfikir, “Hah..botol bekas itu.” rania berlari keluar rumah mencari-cari botol bekas di tong sampahnya. Sia-sia saja karena tong itu sudah bersih. Rania tampak sangat lelah dan kecewa. Ia merasa ceroboh dan bodoh tak pernah berfikir kalau botol itu ada gunanya.
 “Mbak nyari apa?”tanya pembantu Rania.
“botol bekas mbok. Di dalem situ ada suratnya.”
“apa seperti ini?” (sambil menyodorkan botol bekas).

Wajah kusut Rania seketika langsung berubah jadi sumringah,” kok ada di kamu mbok? Kan udah aku buang?”
“Ada cowok yang ngasihin itu ke mbok non..tapi gak tau siapa?”
“cowok?” Rania bingung. Ia celingukan melihat orang-orang yang lalu lalang di depan rumah. Berharap bertemu cowok misterius itu.
      Rania ngerasa percuma aja nyari-nyari cowok yang sama sekali gak ia tau mukanya. Ia memutuskan untuk melanjutkan menyusun puzzle di kamar. Sebelumnya ia membuka botol bekas yang sempat dibuangnya berharap menemukan kata kunci untuk memecahkan misteri ini. Tanpa disangka ia menemukan potongan puzzle ini. Padahal seingatnya tak ada potongan kertas ini sebelumnya. di dalam botol juga ada pena kecil yang bertuliskan,”using this pen.” Rania semakin bersemangat menuntaskan puzzle ini. “Singapura 2006-Adenium caffe-Agra”
       Rania terkejut membaca tulisan puzzle itu. dia langsung bergegas mandi dan tancap gas ke sebuah tempat. Rania seolah baru menyadari sebuah hal dan ingin segera bertemu lelaki misterius itu. Satu jam..dua jam... sudah lebih dari dua jam Rania menunggu tapi lelaki itu tak kunjung tiba. Ada rasa kecewa menyerbu di dalam dadanya.
Bila rindu ini .. masih milikmu.. harus berapa lama aku menunggumu.
Aku menunggumu....
      Lantunan syair itu membuat getaran berbeda dalam diri Rania. Ia menoleh ke belakang dan melihat seorang lelaki yang melempar senyum manis kepadanya. Lelaki itu menaruh gitarnya dan menghampiri Rania..
“masih ingat denganku?”tanyanya.
“Kamu...Agustinus Rahardian. Sahabat kecilku dulu. Kamu masih ingat semuanya...bahkan hal kecil seperti lagu ini,”tangis Rania.
“aku mengingatmu selalu Ran...hari ini aku nungguin kamu. Dan maaf  kalau aku suka ngejepret kamu diem-diem,nempel itu di mading sekolahmu dan neror kamu sebagai Agra. Apa kamu lupa semuanya bahkan tak mengira Agra itu aku?”
“Semuanya berbeda Gus...tak seperti dulu. Aku saja lupa Agra itu singkatan namamu. Maafin aku ya.. begitu mudahnya aku lupa. Pengaruh usia mungkin.. kapan kamu datang?”
“sebelum aku cerita aku pengen kamu jawab pertanyaanku dulu.. apa celotehan kita dulu bisa jadi nyata? Aku datang ke Indonesia Cuma buat kamu. Apa kamu mau kelak jadi pendampingku di pelaminan?”
Rania kaget ini seperti sebuah petir di siang bolong baginya. Dilamar di tengah kebingungan dan kelinglungan.
“tak usah tergesa-gesa Gus...hati ini masih milikmu kok.”
       Agra atau Agustinus Rahardian tersenyum dan menggandeng Rania untuk bernyanyi bersama di caffe. Tak ada yang tau jalan hidup seseorang, semuanya terjadi begitu saja. Begitu juga Rania dan Agra yang menjalani semuanya seperti air yang mengalir.
GORESAN PENA  TERAKHIR

By. Khadevrisaba


Gadis itu cantik. Rambut hitam panjang sepunggung dan matanya coklat terang memancarkan sinar kehangatan. Gadis yang menginjak usia 20 tahun itu bernama Kasya. Ia pandai mengukir kisah-kisah cinta dan pandai menciptakan berbagai macam cerita.

Kasya kini telah duduk diatas kasur empuk dengan balutan sprei berwarna jingga. Mata coklat terangnya menatap lantai kamar yang berwarna kuning gading. Pikiran gadis itu melayang jauh menembus ruang dimensi waktu menuju kisah-kisah indah 4 tahun yang lalu. Kisah dimana ia dengan sukarela memberikan hatinya pada seorang cowok yang juga dengan sukarela menggoreskan sayatan-sayatan luka pedih di hati kejamnya sesuatu yang orang-orang namakan dengan “CINTA”.
“Kasya, kalo boleh jujur sebenernya tuh aku cinta sama kamu. Kamu mau nggak jadi pacar aku ?” itulah kata-kata yang keluar dengan lancarnya dari mulut seorang cowok kepada Kasya. Kasya hanya tersenyum simpul mendengarkan pernyataan yang cukup mengejutkannya. Gadis itu mengangguk pelan.
“aku juga cinta sama kamu Valent. Aku mau kok jadi pacar kamu…”
Kedua remaja itu pun resmi menjadi sepasang kekasih tepat tanggal 31 Maret 2005 saat usia Kasya baru menginjak 16 tahun.

                Semenjak saat itu hari-hari Kasya diwarnai dengan kebahagiaan dan kasih sayang. Setiap pagi gadis itu senantiasa bernyanyi dengan irama-irama cinta yang mengalun begitu indah, hingga akhirnya ia harus hancur merelakan kebahagiaanya lenyap ditelan penghianatan. Ya, Valent menghianati cinta Kasya. Cowok itu merampas kebahagiaan Kasya dalam waktu sekejap mata. Bukan main sakit hati Kasya saat itu. Ia menangis pilu di dalam kamarnya yang hangat. Mulai saat itu, Kasya yang dulunya seorang gadis ceria dan memiliki selera humor tinggi berubah menjadi gadis pendiam , mudah marah, dan pembenci. Ia begitu benci dengan segala sesuatu yang berbau cinta.

                Kondisi itu berlanjut selama dua tahun lamanya, hingga akhirnya Kasya mengenal sosok Gilang dalam kehidupannya yang baru. Cowok itu memiliki pikiran yang begitu dewasa walau hanya berpaut usia dua tahun diatas Kasya. Kedua insan itu pertama kali bertemu di sebuah rumah sakit terbesar yang berada di daerah Surabaya. Saat itu Kasya tengah duduk di bangku panjang taman Rumah Sakit menunggu sang mama selesai mengurusi administrasi perawatan sakit Thypus nya si Chika, adik satu-satunya Kasya. “Lagi nungguin siapa ?” Tanya seorang cowok kepadanya. Cowok itu duduk disamping Kasya tanpa permisi. Dan Kasya hanya mengamati sosok cowok tersebut tanpa menjawab pertanyaannya.

                Karena merasa nggak direspon, membuat cowok itu terdiam. “Kamu ngomong sama aku ?” Tanya Kasya. Kemudian cowok itu hanya tersenyum manis memperlihatkan deretan gigimya yang putih bersih tertata rapi.
“aku lagi nungguin mama” tukas si gadis.
“mau ditemenin ? oh iya aku Gilang . Kamu …?” cowok itu mengulurkan tangannya.
“Kasya” jawab gadis tersebut sambil membalas jabat tangan Gilang.
Ya begitulah perkenalan singkat antara Kasya dan Gilang. Dan akhirnya mereka pun saling mengenal lebih dekat.
                Hari berlalu kedua muda-mudi itu terlihat semakin akrab saja. Entah apa yang terjadi, namun sepertinya Kasya dapat menerima kehadiran Gilang dengan baik di hidupnya. Gadis itu selalu merasa nyaman saat berada di dekat Gilang. Kasya juga sering bercerita kepada Gilang tentang kehidupannya sebelum ia mengenal sosok cowok itu.

                Melihat dari kedekatannya banyak yang mengatakan jika mereka berdua adalah pasangan yang serasi. Namun pada kenyataannya, Kasya dan Gilang hanya menjalin hubungan sebatas kakak beradik saja. Masalah perasaan dihati mereka berdua hanya mereka dan Tuhan saja yang tahu.

                Hari terus berlalu dan mereka berdua semakin terlihat dekat. Hampir setiap hari Gilang main ke rumah Kasya. Hingga suatu ketika, saat Gilang pertama kali mendapati Kasya menangis di halaman samping rumahnya.

“kamu nangis, sya ? ada masalah apa ?” Tanya Gilang sedikit panik.

Kasya tidak menjawab pertanyaan cowok itu. Ia hanya menatap  sayu kea rah Gilang dengan mata yang teruus mengeluarkan air bening yang mengalir deras membentuk dua anak sungai di pipinya.

“Mau berbagi kisah sama aku ?“

“aku… aku benci sama Valent Lang. Aku benci” jawab Kasya semakin histeris.” Kenapa dia selalu berhasil bikin aku menderita kayak gini ? kenapa ?”

Gilang merasa iba melihat keadaan gadis cantik itu. Ia lalu memeluk erat Kasya dan berusaha menenangkan hatinya.

“kemarin aku nggak sengaja ketemu sama dia. Dan itu mengingatkan aku bagaimana dia menghianatiku dulu” Kasya terus menangis

“Kenapa Tuhan menciptakan manusia nggak punya perasaan dan kejam seperti dia ? kenapa ?” ucap Kasya semakin kesal

“Udahlah sya, kamu tenang jangan nangis gitu. Entar cantiknya luntur lho. Lagian kamu bisa berusaha ngelupain dia. Aku pasti akan bantu kamu kok..” ucap Gilang berusaha menghibur.

Namun bukanya terhibur, malah membuat Kasya semakin sedih dan marah.

“emangnya gampang ngelupain seseorang yang pernah kita cintai gitu aja, hah ?” praktek itu nggak semudah teori Gilang..” balas Kasya.

Entah kenapa sejak saat itu Kasya malah sedikit marah dengan Gilang, dan mulai saat itu hubungan antara mereka menjadi renggang. Mereka mulai jarang ketemu. Hingga satu bulan berlalu, Kasya pun tak dapat memungkiri kerinduan terhadap Gilang. Gadis itu mulai merasa bersalah karena telah marah terhadap Gilang, padahal cowok itu mempunyai niat baik terhadapnya.

               Dengan membawa setumpuk perasaan bersalah, akhirnya Kasya memutuskan untuk menemui Gilang. Namun tiba-tiba sesampainya di rumah Gilang Kasya hanya bertemu dengan ibunya.
“Perkenalkan tante, nama saya Kasya . Saya temannya Gilang. Gilang ada tante ?” tanya Kasya
Namun ibunya Gilang diam, Ibunya terlihat sedih dan cemas hingga meneteskan air mata.
“maaf tante, kenapa tante menangis ? apa ada yang salah dengan pertanyaan saya. Atau jangan-jangan ada apa-apa dengan Gilang ?” Tanya Kasya lagi
“lebih baik kamu baca saja surat ini …!” jawab orang tua Gilang.
Akhirnya Kasya pun membaca lembaran kertas putih yang ditulis Gilang untuknya.

Dear Kasya,


Maaf membuatmu marah. Sepertinya aku tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu. Aku tidak bisa menghiburmu saat kamu tengah bersedih waktu itu. Tapi sungguh aku tidak bermaksud menyakiti hatimu…

Kasya , kita memang tidak memilki kemiripan dalam permasalahan kita sedikit pun. Kamu pernah cerita ke aku kalau orang yang paling kamu benci adalah Valent, seorang cowok yang pernah menyakiti hatimu. Tapi sebenarnya kamu dapat mengatasi kebencian dan permasalahan kamu akan hal itu jika kamu mau berusaha.

Tidak seperti masalahku. Kamu tahu hal apa yang paling aku benci di dunia ini ? yaitu  WAKTU. Aku benci pada waktu. Bagiku tak ada yang paling kejam di dunia ini selain waktu. Karena ia tidak memiliki toleransi kepada kita. Dan karena ia tidak memiliki rasa belas kasih kepadaku.

Aku pernah berharap dapat memutar waktu ke waktu sebelumnya , supaya aku tidak perlu dilahirkan di dunia ini. Supaya aku tidak perlu merasakan sakit yang tak dapat kutahan setiap hari. Aku juga pernah bermimpi dapat menghentikan waktu saat aku sedauung berada di dekatmu. Supaya aku bisa sejenak melupakan rasa sakit yang selama ini telah kuderita. Namun kenyataanya ia tidak sudi mengabulkan harapan dan impianku itu. Aku benci waktu , aku benci padanya.

Dan mungkin saat kau membaca goresan pena ini ini adalah goresan pena terakhirku. Serta pastinya kamu mengerti kan ? sekarang sudah pergi jauh, jauh sekali. Dan aku sekarang sudah tidak benci waktu lagi. Aku sudah tidak terikat dengan waktu karena aku sedang berada di tempat terindah bersama Tuhan untuk selamanya.Dan satu lagi, aku sangat bahagia mengenalmu meski kita tak lama kenal.

Lalu,,,, setelah aku pergi aku harap kamu masih mengingatku. Dan yang kuminta darimu hanya satu. Jadilah gadis  yang baik dan jangan hanya terikat cinta dengan orang yang menghianatimu. Cintailah orang yang selalu hadir dalam hidupmu. Serta jangan lupa mendoakanku…

Selamat tinggal Kasya , sampai jumpa di Syurga nanti


                                                Gilang Yudistira



          Air mata Kasya mengalir deras usai membaca surat itu. Hal yang tidak pernah diketahuinya selama ini.
Namun semenjak saat itu Kasya mulai berubah dan dia menuruti apa permintaan Gilang. Dan setiap saat dia ingin tidur dia selalu membuka di bawah tumpukan bantal tidurnya. Yaitu sebuah goresan terakhir dari Gilang. Itu dijadikan kenangan termanis dalam hidupnya.



            

Hari kemerdekaan adalah hari yang penuh rasa syukur dan rasa kemenangan. Teringat 68 tahun lalu para pemuda dengan senangnya merayakan hari ini. Tepat tanggal 17 Agustus naskah proklamasi telah berkumandang yang dibaca oleh presiden kita Ir. Soekarno. Nah kali ini gen22 akan share cerita singkat tentang hari kemerdekaan. Semoga cerita ini bisa sedikit menghibur para pembaca. Jika kamu memang cinta Indonesia sebaiknya Silahkan baca sampai selesai
.

Upacara Atau Pacaran ?
By. Sandy Galang Pradana



Hari kian memanas, dahaga mulai mengeringkan tenggorokanku. Tiba-tiba kulihat sosok seorang pemuda tak lain dan tidak bukan adalah sahabat sejatiku yaitu si Raka. Dia kelihatan kelelahan dan kepanasan. Baju rapi warna putih di pakainya dengan kelihatan berwibawa. Saat kulihat dia sedang duduk di sebuah kursi pinggiran jalan nampak menunggu sesuatu. Kemudian tanpa ragu aku mulai menghampirinya aku pun mulai berbincang dengannya.

“Hai Ra, kenapa kamu terlihat  kelelahan begitu trus kamu pake baju beginian mau ngapain ?” tanyaku padanya

“loe gila apa, nih tanggal berapa ?” jawab Raka dan malah balik nanya

“Tanggal 17 Agustus 2013, Waah kamu jadi petugas upacara ya.. widih keren coy pakaianmu keren” Jawabku

“Ya biasa aja kali” Sahut Raka

“Kamu kok murung gitu, kamu capek ya ?” Tanya aku sambil kutepuk bahunya

Raka pun menjawab  “bukan capek, Cuma kesel aja sama si Andini masak nggak tau apa kalau ini hari kemerdekaan. Eh dia malah ngajak ketemuan, ngajak jalan, ngajak makan, ngajak shooping.... Padahal udah tau kalau aku ini petugas upacara tapi dia malah begitu . Dan dia... ”

“dia cerewet.......”

(tiba tiba suara itu muncul dan ternyata itu adalah suara Andini si pacarnya Raka)

“ehmm... A,,,A...Andini kamu kok ada disini” tanya Raka

“Gue udah dengar apa kata loe semua,, sekarang tinggal gue ngasih pilihan kamu mau ngajak aku jalan-jalan atau kamu lebih memilih untuk upacara. Ingat,,, jauh-jauh hari kamu udah pernah janji kalau suatu saat ingin ngajak begini” Ucap si Andini

“Iya.. tapi ini kan hari kemerdekaan dan aku harus upacara, masak kamu gak ngertiin aku banget sih.. Kamu nggak tau apa kalau aku udah dipercaya dan tiga puluh menit lagi aku harus pergi ke lapangan upacara...” Jawab Raka dengan kesal

“oke,, terserah kamu aku mau pergi sendiri....” balas Andini dengan sangat marah kemudian ia langsung pergi

        Aku hanya sebagai penonton mereka bertengkar. Karena aku sendiri tak mau ikut urusan mereka. Namun dalam pikiranku berkata gila banget si cewek ini kok nggak ada pengertiannya sama sekali ya. Raka pun terlihat pasrah dan terdiam tanpa mengurusi pacarnya itu. Lalu ia berkata padaku dia akan pergi ke lapangan upacara karena saat itu udah jam 9.30 sementara upacara dimulai jam 10 pagi.

       Raka lalu berangkat dengan menaiki sepeda motor keren yang dimilikinya. Aku pun melihat wajahnya aneh sedikit terbebani. Namun aku tak terlalu mempedulikannya dan aku langsung meninggalkan tempat duduk tadi lalu langsung pulang kerumah. Karena aku kebetulan tidak mengikuti upacara bendera.

        Sesampai dirumah tiba-tiba hape ku bunyi. Dan ternyata ada telpon masuk. Yakni dari nomor hapenya Raka. Namun yang menelepon kini adalah orang tuanya. Orang tuanya mengabarkan jika Raka kecelakaan saat menuju ke lapangan upacara dan sekarang dirawat di Rumah Sakit.

      Aku pun langsung shok mendengarnya lalu langsung menuju rumah sakit itu. Terlihat disitu beberapa keluarga Raka mulai dari ayah, ibu, paman, dan neneknya ada disitu semuanya. Juga terlihat ada Andin disitu sedang menangis menyesal. Namun nampaknya Tuhan sudah tidak bisa menahan Raka agar hidup lebih lama di dunia. Dokter berkata bahwa Raka sudah tidak bisa diselamatkan lagi.  Aku langsung menangis merasakan kesedihan ini, rasanya baru beberapa jam tadi ketemu Raka. Eh sekarang dia harus kecelakaan dan nyawanya tidak terselamatkan lagi. Dan aku juga melihat tangisan orang tua serta kerabat keluarga Raka disana.

Kemudian Andini memanggilku, dan dia berkata kepadaku :

“Hari ini adalah hari paling buruk dalam hidupku, aku sangat menyesal dengan hari ini. Hari dimana aku kehilangan orang yang paling aku cintai. Mungkin Tuhan terlalu sayang kepada Raka sehingga Tuhan mengambilnya. Dan memang hari kemerdekaan ini sudah menjadi tak merdeka lagi buatku karena aku tak menganggap hari ini adalah hari kemerdekaan”

SELESAI


         Nah cerita diatas bisa buat renungan dan ingat bahwa hari kemerdekaan adalah hari dimana kita harus benar-benar menghargai hari ini. Lalu marilah untuk menjadi remaja yang cinta kepada Indonesia. Dari cerita tersebut terlihat bahwa Andini sudah tidak menganggap lagi apa itu hari merdeka. Dan akibatnya sudah terlihat sekali penyesalan yang luar biasa.