Tampilkan postingan dengan label Puisi Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Untuk meraih sukses yang besar terkadang perlu dimulai dari mimpi yang besar pula. Dan untuk meraihnya juga tak semudah kata-kata yang dilontarkan sedimikian pula. Kesuksesan dalam menggapi impian adalah sebuah keberhasilan dari hasil perjuangan. Mimpi juga sulit sekali bahkan hamper mustahil jika didapat secara instan. Inilah puisi kehidupan tentang mimpi !

Mimpinya untuk Dunia
Oleh : Dyah Prihastuti Nanda



Inikah dunia ?
Kotor, murka, serakah…
Selayaknya tak pernah dijamah
Ambigu menengadah

Tumpuan sarang berhamburan
Menepi tak sejalan
Bukan celotehan kau tampakkan
Malah tong kosong kau nyanyikan

Dia tak butuh buram mukamu
Dia tak butuh pincang gerakmu
Hnaya mengharao kusam senyummu
Tuk saksikan topeng batang hidungmu

Mari sini anak muda !
Dunia tak lagi jaya
Dunia kini menghiba
Dunia sudah menua

Dan kini berlarilah !!!
Biar dunia tahu
Biar dunia mengaku
Bahwa langkah kakimu
Masih tegak memburu


Demikianlah puisi kehidupan mengenai impian dan harapan seseorang untuk melintasi berbagai tantangan didunia ini untuk meraih cita-cita dan harapannya. Semoga bisa berguna, terimakasih sudah berkenan untuk membaca !




Pagi yang sejuk, ditambah segarnya udara pagi membuat nafas semakin terasa segar. Begitu pula hati terasa lebih tentram, mata pun baru terbuka setelah tertutup semalaman. Indahnya pagi, sangat rugi apabila kita tidak sempat untuk menikmati. Kali ini, ada sebuah puisi yang mengungkapkan mengenai suasana pagi.

Aku dan Embun Pagi


Embun jatuh dengan perlahan
Bukan hujan
Bukan pula gerimis
Lambang ketenangan dan kesejukkan

Begitu nampak berkilau
Tatkala berpacu dengan sinar mentari
Laksana berlian yang bertaburan menghiasi
Menempel cemerlang di rerumputan

Amat sangat menyejukkan
Amat dalam menentramkanku
Bagai air yang jatuh dari telaga
Hanya turun hadir ketika pagi
Menyambut awalnya hari

Terkadang aku tak bisa
Berlaku laksana embun pagi
Hingga timbul benci, iri dan dengki
Tak mampu menebar senyuman yang sejuk
Baik dengan sesama manusia
Aku baiknya laksana embun
Yang bisa menyejukkan hati kawan-kawanku

Itulah puisi di pagi hari mengenai kesejukan dan indahnya hari. Selamat mengawali aktivitas sahabat, semoga harimu indah !



Mimpi itu boleh besar, dan boleh setinggi langit. Pepatah mengatakan “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit” Itu artinya dalam hidup sepantasnya kita mengejar cita-cita dan impian kita. Kita boleh berkhayal, dan boleh bermimpi. Namun, jangan sampai kita hanya berdiam diri. Kita perlu Action, Action dan Action… !! Tapi, ketika action jangan pernah melupakan mimpimu !

Start Action, But Don’t Stop Dreaming !



Aku boleh bermimpi…
Bermimpi yang amat besar
Besar dan sungguh indah
Indah ketika kubayangkan

Aku boleh membayangkan…
Membayangkan tempat yang luas
Luas dan saling berbagi kepada orang
Orang orang yang kusayang dalam hidup
Hidup yang diselimuti rasa bahagia

Aku boleh ingin bahagia…
Bahagia seperti yang kuinginkan
Kuinginkan bisa bersama denganmu
Denganmu memadu kasih cinta
Cinta abadi dan sejati selamanya
Selamanya menikmati hasil mimpiku

Aku boleh mengejar mimpiku…
Mimpiku boleh aku bayangkan
Bayangkan setiap detik waktu
Waktu yang diberikan Tuhan
Tuhan yang luar biasa

Aku boleh menjadi orang luar biasa
Luar biasa dan sukses
Sukses dunia akhirat

Aku boleh ingin sukses dunia akhirat…
Dunia akhirat sukses harus seimbang
Seimbang itu perlu dijalani
Dijalani dijalani dan dijalani
Dijalani itu ACTION
ACTION itu ACTION
ACTION But Don’t Stop Dreaming

Saat ini jangan menunda-nunda lagi, dan segeralah untuk Action dan kejar mimpi kita semua !



Seringkali kita rapuh dan mudah untuk meyerah. Seakan diri kita rapuh dan lemah, seakan diri sudah kehilangan semangat untuk meneruskan berbagai rintangan. Memang itulah dunia, jika kita ingin berharap dan mengimpikan sesuatu. Selalu saja banyak masalah dan cobaan yang harus kita arungi dan lewati. Ini ada salah satu puisi, yang berjudul “Bukan Saatnya untuk Menyerah”


 Bukan Saatnya untuk Menyerah



Serangkaian gergaji seakan memotong otakku
Sungguh menggerogoti dan menghabisi semangat
Semangat yang berkobar menjadi rapuh
Benar-benar menganggu tubuh ini

Lelah memang sangat terasa
Berat terkadang untuk dijalani
Mencekam rasanya dalam perasaan
Terbelenggu dalam penjara dunia

Satu, dua, atau entah berapa
Tak pernah kuhitung banyaknya
Terjatuh dan terjerat karenannya

Ini bukan waktu…
Waktu ini bukan sia-sia
Bukan untuk hanya berdiam diri
Mudah menyerah begitu saja

Tak ku biarkan dunia membenciku
Bukan untuk arus yang salah
Daku hendak mampu bijak
Walau terasa diri tak berdaya

Karena ku punya rasa percaya
Bahwa Tuhan…
Akan mencoba hambaNya
Tanpa melebihi kemampuan hamba


Terimakasih sudah mau berkenan dan meluangkan waktunya sejenak untuk membaca. Semoga bisa bermanfaat !

Kalau kita hidup didunia, sangat memungkinkan untuk dihadapkan beragam masalah setiap harinya. Masalah itu kadang hadir dalam waktu yang kurang tepat, salah satunya adalah masalah yang muncul secara bersamaan. Hal ini membuat kita semakin terbebabi karenanya. Namun bagaimnapun, kita tak boleh berdiam diri. Kita harus mampu menyelesaikannya.
Puisi berikut ini adalah ungkapan hati akan masalah dalam hidup !

Bercabang dalam Sewaktu



Sungguh berat menghampiri
Banyak cabang yang harus dilewati
Dalam sewaktu yang begitu singkat ini
Seakan kekuatan tak sanggup menghadapi
Meski kutahu tak mungkin untuk lari

Beginilah hidupku
Seperti ini perjalanan menjalani kisahku
Yang menjadi catatan sesaat masalahku
Sangat benar benar membebaniku

Seakan ingin keluar sejenak dari dunia
Supaya bisa terbebas akan semua
Tapi itu tak pantas melakukannya
Dengan semua bekal yang tersedia

Seolah melangkan dalam tempuran perang
Penuh cucuran darah yang kukarang
Satu per satu jiwa melayang
Harus segera untuk ku terjang

Pernah juga ada perasaan menyerah
Waktu hati merasa begitu gundah
Justru buatku semakin terasa bersalah
Bersalah tak mampu kendalikan arah

Tapi dalam gelap kutemukan
Seberkas cahaya terang dalam kegelapan
Maha Dahsyat nampaklah kekuatan
Kekuatan bantuan dari Tuhan




Percayalah sahabat, bahwa sebesar apapun masalah pasti ada jalan keluarnya walau itu sangat berat dan menumpuk. Saran saya, jika kamu dihadapkan oleh banyak masalah dalam waktu yang singkat dan padat. Sebaiknya selesaikanlah satu per satu. Kalaupun kamu gagal, paling tidak ada usahanya dan kerja kerasnya. Tapi percayalah bahwa Tuhan berada disampngmu dan akan memberi kekuatan kepadamu dalam menyelesaikan segala masalah yang membebanimu !

Rumah adalah istana kita, suatu tempat yang membekas dan mengenang hati kita. Entah bagaimanapun bentuk rumah kita, baik besar, atau kecil. Entah rumah kita di kota atau di desa. Namun disana telah menyimpan banyak kenangan, kenangan itu terutama kita temukan disaat bersama keluarga yang sangat kita sayangi.

Ini puisi mungkin bisa menjadi ungkapan hati atas bahagianya kita dan bersyukur dengan rumah, rumah yang pernah menjadi kenangan dalam hidup kita semasa di dunia.

Rumahku Istanaku



Kecil memang…
Tapi besar jasanya padaku
Tapi lapang untuk diri berbaring
Tapi bebas jika kurasa

Sepi memang…
Tapi ramai karena kebersamaan
Tapi ceria penuh senyuman
Tapi bisa meramaikan hati

Pelosok memang…
Tapi kutak merasa tersisih
Tapi ku telah lama dengannya
Tapi dia telah jadi istanaku

Terkadang…
Aku malu memilikimu
Aku tak kuasa didalammu
Aku menyesal masuk kediamanku

Maaf….
Aku sudah melakukan itu
Aku sudah menghinamu
Aku sudah mengecewakanmu
Aku sudah membiarkanmu

Seharusnya…
Aku bersyukur karenamu
Aku bahagia memilikimu
Aku berterimakasih untukmu

Dan…
Berharap mengubahmu
Menjadi istana dalam duniaku


Satu lagi sebuah catatan bagi kita. Bahwa kita perlu bersyukur kalau saat ini masih bisa tidur berbaring dalam rumah. Karena diluar sana masih banyak saudara kita yang harus tidur di kolong jembatan, di jalanan, dan dimana saja asal bisa tidur. Untuk itu, apapun dan bagaimanapun bentuk rumah kita. Kita berhak bahagia dan bersyukur karenanya !

Adakah diantara kita merasa sendirian ? Salah satu rasa kesepian itu muncul apabila kita dalam keadaa sendirian. Sendirian dan sepi bisa kita rasakan, ketika kita jauh dari seseorang dan mereka yang tersayang. Mereka yang pernah mendampingi kita, namun apa daya, seiring berjalannya waktu kita jauh dengan mereka.

Inilah salah satu ungkapan hati yang mewakili perasaan itu, melalui puisi yang berjudul “Sendiri dalam Keramaian ”

Sendiri dalam Keramaian



Sejenak kupandang rerumputan
Bergoyang dihembus angina perjalanan
Seakan tlah mewakili sepi yang kurasakan
Ditengah celotehan suara yang bertaburan

Seperti telinga yang tak mendengar
Seperti mata yang tak memandang
Seperti kulit yang tak merasakan
Semua tertutup dengan hati yang mencekam

Kulihat lagi…
Sepasang kutilang bertebangan
Memadu cinya dengan harapan
Terlihat bak memamerkan kesetiaan
Yang tak dapat kudapatkan

Akankah ini suratan
Atau bukan saat yang diharuskan
Dimana kuhanya bisa diam
Tanpa bersanding dengan mereka

Apa yang harus aku lakukan
Hal apa yang aku perlu buatkan
Mengapa semua terjadi kurasakan
Seakan aku merasa
Sendiri dalam keramaian
Tanpa hadirnya mereka
Tanpa belasan kasih sayang
Dan tanpa kegembiraan dengan mereka



Sedikit tips, bahwa sebenarnya kita tidak akan pernah merasa kesepian. Selama kita bisa memaknai arti kehidupan, dan percaya bahwa ada Tuhan yang selalu berada didekat kita, di hati kita, dan selalu ada untuk kita. Tanpa harus kita merasa kesepian !