Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Misteri Dana Revolusi Bung Karno


Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Pada tahun 1906 terjadi ikrar dari raja-raja di nusantara yang diprakasai oleh Dr. Ernest Francois Douwes Dekker (Douwea Dekker) pendiri Budi Utomo, Pangeran Ario Noto Dirodjo dari keraton Pakualaman, Raden Mas Soewardi Soeryodiningrat dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Dalam ikrar tersebut di tumbuhkan rasa nasionalisme "Tanah air (Indonesia) di atas segala-galanya". Pada saat itu sebagian raja-raja di Nusantara menyumbangkan sebagian asset mereka untuk membantu perjuangan (Dana Revolusi). Sebagian besar dana tersebut di gunakan untuk biaya perjuangan dan sebagian lagi di simpan di luar negeri.

Dana yang kemudian dikenal dengan Dana Revolusi atau Dana Amanah ini mulai dihimpun kembali setelah Kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan denga Perpu no. 19 tahun 1960 yang isinya antara lain "Mewajibkan semua perusahaan negara menyetorkan lima persen dari keuntungannya pada pemerintah untuk Dana Revolusi". termasuk beberapa perusahaan besar Belanda yang baru di nasionalisasikan seperti perkebunan-perkebunan besar yang diperkirakan berjumlah ratusan juta dollar tersimpan di luar negeri.

Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Salah satu sumber Dana Revolusi yang tersimpan adalah adanya "Perjanjian the Green Hilton Memorial Agreement Geneva" dibuat dan di tanda tangani pada 21 November 1963 di Hotel Hilton Geneva, Swiss oleh Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy dan Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno dengan saksi tokoh negara Swiss William Vouker.

Perjanjian ini dilaksanakan menyusul MoU antara Amerika Serikat dan Indonesia tiga tahun sebelumnya. Point penting dalam perjanjian itu adalah Pemerintah AS (sebagai Pihak Pertama) mengakui 50% keberadaan emas murni batangan milik Indonesia yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan Pemerintah Indonesia (selaku Pihak Kedua) menerima batangan emas tersebut dalam bentuk sewa penggunaan kolateral dollar yang diperuntukan buat pembangunan keuangan Amerika Serikat.

Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian tersebut adalah tercantum klausal yang memuat perincian atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah Amerika Serikat harus membayar Fee 2,5% setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 . Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut. Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausal pengembalian harta, namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan dalam perjanjian itu sebesar 2,5% setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.

Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Biaya pembayaran sewa kolateral 2,5% ini dibayarkan pada sebuah account khusus yang diberi nama The Heritage Foundation (The HEF) yang pencariannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas persetujuan Sri Paus Vatikan. Sedangkan pelaksanaanoperasionalnya dilaksanakan oleh Pemerintah Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS) kesepakatan ini berlaku dalam dua tahun ke depan sejak di tanda tanganinya perjanjian tersebut yakni pada 21 November 1965.

Sepenggal kalimat penting dalam perjanjian tersebut => ”Considering this statement, which was written andsigned in Novemver, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were justobtained.” Perjanjian hitam di atas putih itu berkepala surat lambang Garuda bertinta emas di bagian atasnya dan berstempel ’The President of The United State of America’ dan ’Switzerland of Suisse’.

Berbagai otoritas moneter maupun kaum Monetarist, menilai perjanjian itu sebagai fondasi kolateral ekonomi perbankan dunia hingga kini. Ada pandangan khusus para ekonom, AS dapat menjadi negara kaya karena dijamin hartanya ’rakyat Indonesia’, yakni 57.150 ton emas murni milik para raja di Nusantara ini. Pandangan ini melahirkan opini kalau negara AS memang berutang banyak pada Indonesia, karena harta itu bukan punya pemerintah AS dan bukan punya negara Indonesia, melainkan harta raja-rajanya bangsa Indonesia.





Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Bagi Politikus AS sendiri, perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands sana dengan dalih keamanannya akan lebih terjaga kalau disimpan di pusat kerajaan Belanda saat para nasabah mempertanyakan hal itu setelah belakangan hari ketahuan.


Waktu terus berjalan, lalu meletuslah Perang Dunia II di front Eropa, dimana kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman. Militer Hitler dan pasukan SS Nazi-nya memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman. Sialnya, semua harta simpanan para raja di Nusantara yang tersimpan di bank sentral Belanda ikut digondol ke Jerman.

Perang Dunia II front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan SS Nazi pimpinan Adolf Hitler diangkut semua ke daratan AS, tanpa terkecuali harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara yang sebelumnya disimpan pada bank sentral Belanda. Maka dengan modal harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II, oleh ’pemerintahnya’ The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS dalam menguasai ekonomi dunia.




Belakangan kabar ’penjarahan’ emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar pula oleh Ir Soekarno selaku Presiden I RI yang langsung meresponnya lewat jalur rahasia diplomatic untuk memperoleh kembali harta karun itu dengan mengutus Dr Subandrio, Chaerul Saleh dan Yusuf Muda Dalam walaupun peluang mendapatkan kembali hak sebagai pemilik harta tersebut sangat kecil. Pihak AS dan beberapa negara Sekutu saat itu selalu berdalih kalau Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.

Namun dengan kekuatan diplomasi Bung Karno akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa kalau asset harta kekayaan yang diakuisisi Sekutu berasal dari Indonesia dan milik Rakyat Indonesia. Bung Karno menyodorkan fakta-fakta yang memastikan para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut masih hidup !!

Nah, salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI dan AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI. Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bung Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.

Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED dan The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006. Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.




Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5 persen atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebanyak itu ?? Hitung sendiri aja !!

Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak. Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia, bangsawan Turko dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.


Pada masa pemerintahan Presiden Suharto hingga Presiden Megawati telah diadakan suatu operasi untuk untuk mengembalikan dana tersebut ke Indonesia. Bahkan para bankir hitam kelas dunia, CIA dan Mossaid (agen rahasia Israel) berusaha keras untuk mendapatkan user account dan Pin The HEF termasuk siapa yang diberi mandat oleh Presiden Ir. Sukarno terhadap account khusus itu.

Namun usaha dari berbagai pihak untuk mendapatkan account tersebut belum membuahkan hasil. Ir Sukarno atau Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapapun. Artinya pemilik harta Indonesia itu tunggal, yakni atas nama Presiden Soekarno, sampai saat ini !!!

Sumber: Virus Informasi     





   

       

Korowai, Suku Primitif Di Pojok Indonesia


Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Tanah Papua memang menyimpan sejuta pesona yang sangat menakjubkan. Selain hutan rimbanya yang masih misterius, budaya yang masih tersebunyi di kedalaman hutan belantara juga sangat menawan. Selain flora dan fauna yang masih lestari di tambah panorama alam yang sedap untuk di pandang, Bumi Cendrawasih juga banyak menyimpan keunikan yang tidak banyak di ketahui orang.

Selain keindahan dan kekayaan alamnya, Tanah Papua juga memiliki suku-suku yang sangat menarik. Salah satunya adalah Suku Korowoi, Suku Primitif Di Pojok Indonesia.    


Suku Korowai adalah suku primitif di pojok Indonesia. Keberadaan mereka masih sangat terisolasi dari peradaban modern Mereka banyak memiliki kebiasaan aneh dan beberapa dari mereka masih ada yang kanibal. Mereka  di temukan sekitar tahun 1970 di pedalaman Pulau Papua, Indonesia. Dengan populasi penduduknya sekitar 4000 orang, suku ini hidup di rumah yang di bangun di atas pohon yang di sebut Rumah Tinggi. Beberapa dari rumah mereka bahkan ada yang mencapai ketinggian 50 meter dari permukaan tanah. Rumah pohon ini di lengkapi dengan sebatang pohon portable yang membantu mereka untuk naik ke atas rumah. Setiap rumah pohon di desain dengan interior rectangular yang membagi rumah tersebut menjadi dua atau tiga ruangan di dalam rumah. Rumah pohon ini sekitnya dapat di tinggali oleh dua orang dewasa. Rumah pohon ini juga di lengkapi oleh sebuah tempat untuk meletakan api. 

Ada tiga alasan kenapa Suku Korowoi tinggal di rumah pohon. Pertama akan lebih aman bila ada serangan dari musuh. Kedua akan lebih mudah untuk mengawasi hewan buruan mereka seperti babi hutan yang selalu berkeliaran dibawah rumah mereka sehingga akan lebih mudah membidik buruan dari atas pohon dengan menggunakan panah. Ketiga, merupakan warisan turun temurun sehingga mereka nyaman tinggal di sana. Suku ini tidak menggunakan koteka seperti yang di gunakan oleh sebagian besar suku-suku di papua.

Suku Korowoi tinggal di pedalaman Kouh, Meraouke, Papua, Mereka hidup di sepanjang aliran sungai Eilanden dan Becking. Bagian hulu sungai Becking, dibagian rawa dan dibagian hutan hujan yang terdapat di area pegunungan sekitar perbatasan Papua Nugini. Suku Korowoi tidak mengetahui keberadaan dunia luar selain kelompoknya sendiri hingga tahun 1970 saat mereka di temukan.   

Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Awyu-Dumut (Papua Tenggara) dan merupakan bagian dari filum Trans-Nugini. Mereka hidup dalam klan-klan yang di pimpin oleh seorang kepala suku (Nati). 

Yang menarik kita tela’ah adalah persepsi orang-orang seperti kita, yang sudah merasa berperadaban lebih tinggi dari mereka dan yang memadang mereka bahkan terbelakang. Coba kita simak ini, Tidak ada rumah sakit disana, karena mereka memang manusia-manusia yang super kuat, alias telah menyatu dengan alam. Jadi tidak ada alasan kalau alam menyebabkan penyakit kepada mereka. Malah sebaliknya, Alam adalah sumber kehidupan dan kesehatan yang langsung mereka rasakan. Karena kesadaran akan fungsi-fungsi alam sangat mereka jaga, supaya bisa survive. Mereka tidak perlu lumbung untuk menyimpan makanan, karena alam mereka telah menyiapkannya dengan sangat sempurna dalam suatu proses evolusi eko system. Karena itu, mereka menjaga secara sadar akan kelestarian sumber daya alam tersebut dengan membuat norma-norma pengelolaan sumber daya alam yang efektif, termasuk regenarasi sumber-sumber makanan mereka seperti menanam pohon sagu.. Tidak boleh menebang jenis pohon tertentu. Tidak boleh menangkap ikan di sungai-sungai dengan zat beracun, kecuali dengan busur atau dengan alat pancing biasa. Sangat melarang menangkap burung Cendrawasih, termasuk berburu babi dengan jenis kelamin tertentu dan umur-umur tertentu dst.Tidak ada radio, televisi atau media film hiburan lainnya. Mereka hanya menikmati tiupan angin yang menghempas daun-daun pepohonan. Kiciuan symphotni suara-ruara burung bernyanyi-nyanyi, melantukan lagu alam khas korowai, dinikmatinya sebagai bagian dari properrti kehidupan sehari-hari. Adat yg tumbuh antar suku, menjadi konvensi masing-masing, yaitu tidak boleh merusak wilayah adat dan geografis otoritasnya mereka. Pelanggaran adat bisa saja berkorban jiwa manusia atau tebusan dengan babi-babi, Kebanggaan akan banyaknya jumlah anggota suku menjadi proudness tersendiri, sehinggga banyak istri dan anak menjadi value tersendiri dalam sistem sosial korowai. Yang menarik memilih istri-istri baru, bukan karena kencatikannya, tetapi karena keterampilan mencari bahan makanan atau keahlian hidup lainya yang menyebabkan seorang lelaki menjatuhkan pilihan kepada seorang wanita untuk di kawininya.

Perkiraan sementara disana terdapat sekitar 50 klan yang terdaftar berdasarkan nama, Survei yang di lakukan pada tahun 1986 - 1990 dengan menggunakan helikopter berhasil mengetimasi jumlah sementara penduduk asli yang berbicara dalam bahasa Korowoi sekitar 4.000 orang . Lebih dari 70% masih tinggal di daerah asal mereka. Sedangkan 30% lainnya
sejak tahun 1980 sebagian telah pindah ke desa-desa yang baru di buka dari Yanimura di tepi sungai Becking (area komboi-korowoi), Mu dan Kasman (daerah korowoi-citak). Pada tahun 1987 dibuka desa di Manggel, di Yafufla (1988), Mabul di tepi sungai Eilanden (1989) dan Khaiflambolup (1998). Tingkat absensi desa masih tinggi, karena relatif panjang jarak antara pemukiman dengan sumber daya makanan (sagu).

Pada tahun 1995 seorang Photografer terkenal asal Amerika Serikat , George Steinmetz pernah mendatangi kampung Suku Korowoi untuk mendokumentasikannya. Beberapa karyanya di masukkan dalam majalah The New Yorker dan majalah National Geographic. Inilah beberapa dari hasil photo jepretannya.

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia


Video Mengenal Lebih Dekat Dengan Suku Korowai


Dari berbagai sumber 

 

Misteri Sepuluh Kota Kuno Yang Hilang


Dalam sejarah peradaban manusia, ada banyak sekali kota-kota kuno yang hilang secara misterius. Berbagai kota atau peradaban manusia itu sering kali dimunculkan dalam berbagai media.  Berikut ini adalah sepuluh kota kuno paling terkenal yang menghilang secara misterius dari peradaban dunia  yang pernah diketahui dunia:

1. Babilon Kuno

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Babilon, Ibukota dari peradaban kuno babylonia ini merupakan sebuah kerajaan kuno Mesopotamia yang diperintah  oleh Raja Nebuchadnezzar II. Kota yang sangat dikenal di dunia ini adalah salah satu kota kuno yang menghilang secara misterius  dengan meninggalkan Hanging Gardens (Taman Gantung) di dalamnya.

Diceritakan, pada suatu hari istri Raja Nebuchadnezzar II kangen akan pemandangan pegunungan di rumahnya. Raja Nebuchadnezzar II kemudian membuat taman luar biasa indah yang memiliki banyak tingkat dan itu semua dibuat di kedalaman gurun pasir. Walaupun banyak penulis kuno yang mengatakan Taman Gantung itu memang ada, Namun bukti nyata yang mengatakan hal tersebut sama sekali tidak dapat di temukan. Apalagi sekarang yang tersisa dari Babilon hanyalah puing dan reruntuhan bekas peradaban babilonia.

2. Angkor

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Angkor adalah sebuah kota besar di Kambodia yang juga merupakan tempat berdirinya kuil keagamaan Angkor Wat yang terbesar di dunia. Berada pada abad ke-9 sampai abad ke-15. Angkor adalah pusat kekuatan Kerajaan Khmer (Kambodia).

Misteriusnya kota ini hilang bukan karena bencana alam atau tenggelam di dasar laut, akan tetapi hanya di tinggalkan semua penghuninya di hutan belantara Kamboja selama hampir 300 tahun. Kota ini ditemukan kembali pada abad ke-18 .

Sebagai gambaran kota ini dapat disebut sebagai kota terbesar di dunia dalam zaman pre-industri. Rumor mengatakan bahwa tempat ini ditingalkan penduduknya karena ledakan populasi dan kurangnya dukungan infrastruktur.

3. Troy

Misteri, Sepuluh,  Kota, Kuno, Yang, Hilang

Troy merupakan kota legenda yang merupakan pusat dari berbagai sejarah modern seperti tempat kediaman Pahlawan Yunani Achilles dan kota dimana terjadinya Perang Kuda Trojan (Trojan Horse). Nama Troy sendiri dikenal melalui Syair Homer dalam sebuah sajak paling terkenal saat itu yakni lliad.

Keberadaan Troy sebagai kota peradaban kuno yang hilang ini sering dikaitkan serupa dengan Atlantis. Hingga akhirnya di tahun 1871 tembok Troy ditemukan secara tidak sengaja. Ada alasan mengapa Troy sering dikenal sebagai kota yang temboknya tidak dapat dikalahkan, Itu karena Troy sendiri dibangun diatas reruntuhan kota lainnya yang telah dihancurkan berkali-kali dan membuat tembok tersebut menjadi sangat kuat.

Sekarang hanya reruntuhan kota yang tersisa dari kota legendaris ini, Namun nama Achilles dan Kuda Trojan tetap dikenal dunia.

4. Petra

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Inilah salah satu kota yang paling menakjubkan yang pernah ada di dunia (tempat syuting film Transformer : Revenge of the Fallen) yang terletak di sebelah selatan Jordan dekat Laut Mati. Petra ditinggalkan karena gempa bumi yang merusak infrastruktur sistem pengairan dikota tersebut.   

Petra adalah nama sebuah kota yang hilang hingga akhirnya dibesarkan kembali oleh seorang penjelajah Ludwig Burckhhardt pada abad ke-18. Sejak saat itulah kota yang terletak di pertengahan gurun pasir ini menarik ribuan turis dari berbagai belahan dunia.

5. Mu atau Lemuria

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Mu atau Lemuria adalah sebuah dataran yang hilang dari permukaan bumi. Dikisahkan bahwa Mu adalah sebuah pulau dengan nuansa "Taman Eden" dan merupakan surga tropis di Pasifik hingga akhirnya tenggelam dan lenyap dari peradaban manusia. 

Awal mula keberadaan mu diketahui dari Arkeologis Augustus Le Plogeon. Ia mengatakan bahwa orang-orang Mu-lah yang sebenarnya menciptakan peradaban dan kota besar seperti Mesir atau Mesoamerica.

6. Sodom dan Gomora


Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Kisah Sodom dan Gomora adalah salah satu kisah paling dikenal dunia agama. Dikisahkan Sodom dan Gomora ada adalah sebuah kota penuh dengan orang-orang yang sangat berdosa, oleh karena itu Tuhan kemudian menghukum mereka dengan memunculkan hujan api yang menghilangkan kota ini dari peradaban manusia. Kini nama Sodom dan Gomora dikaitkan dengan beberapa sifat jahat dan dosa di dunia, dan berbagai penulis literatur yang menggambarkan kota ini sebagai kota raksasa modern dengan penduduknya yang tidak bermoral.

Walaupun hingga sekarang tidak ada bukti nyata atas keberadaan kota hilang ini, sebuah teori mengatakan bahwa pada kenyataannya Sodom dan Gomora adalah kota kuno Kanaan, yang mengalami bencana meteor pada tahun 3123 Sebelum Masehi. Meteor tersebut menyebabkan panas luar biasa yang dapat menyebabkan kayu, kain, rambut, hingga kulit terbakar dan membuat kota itu menjadi sebuah kobaran api raksasa. Mereka yang hidup di zaman itu tentu belum mengenal yang namanya Meteor dan memperkirakan bahwa Tuhan-lah yang menghancurkan kota itu sebagai akibat amarahnya. Walaupun tidak ada bukti nyata atas teori ini namun cukup masuk akal.


7. Machu Piccu  

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Machu Picchu "Gunung Tua" sering juga disebut "Kota Inca yang hilang" adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 meter di atas permukaan laut. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.

Merupakan simbol Kerajaan Inka yang paling terkenal. Dibangun pada sekitar tahun 1450, tetapi ditinggalkan seratus tahun kemudian, ketika bangsa Spanyol berhasil menaklukan Kerajaan Inka. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya kembali pada tahun1911. Sejak itu, Machu Picchu menjadi objek wisata yang menarik bagi para turis lokal maupun asing.

8. Pompeii dan Herculaneum

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Pada tahun 79 Masehi, gunung berapi Vesusius di Naples, Itali, meletus dan menyebabkan waktu berhenti untuk sebuah kota Roma. Tertimbun 60 kaki di kedalaman abu dan bebatuan, tidak lain dan tidak bukan adalah Pompeii dan Herculaneum, sebuah kota yang walaupun ada di tahun 79 Masehi, memiliki peradaban seperti kota modern sekarang ini dan merupakan tempat hiburan masyarakat Roma kelas atas.

Selama 1.700 tahun, kota ini benar-benar adalah kota hilang yang peradabannya terlupakan dari sejarah manusia. Akhirnya di tahun 1748, ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pekerja kerajaan. Hingga sekarang kota ini tetap merupakan adalah tempat berkumpulnya para arkeologis dan turis dari berbagai belahan dunia. Tidak hanya itu saja, sisa-sisa mereka yang mengalami bencana mengerikan ini masih dapat dilihat di kota ini, yakni Naples, Campania, Itali.

9. El Dorado

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

El Dorado  adalah sebuah legenda yang bermula dengan cerita tentang seorang ketua suku Amerika Selatan yang meliputi dirinya dengan debu emas.
 
Mitos bermula pada tahun 1530 di Andes (kini dikenali sebagai Kolombia), di mana conquistador Gonzalo Jimรฉnez de Quesada menemui Muiska (1537), sebuah negara moden di Kundinamarka dan tanah tinggi Boyacรก di Kolombia. Cerita tentang ritual-ritual Muiska adalah disebabkan Quito oleh Sebastian de Belalcazar; bercampur dengan desas-desus lain, timbul pula legenda El Dorado, Lelaki Keemasan— el indio dorado, orang India keemasan, dan el rey dorado, Raja Emas. Apabila difikirkan sebagai sebuah tempat, El Dorado menjadi sebuah negara terkenal raja keemasan.


Cerita asalnya boleh dijumpai dalam sejarah merewang, El Carnero, oleh Juan Rodriguez Freyle. Menurut Freyle, raja atau ketua sami Muiska dikatakan telah dilitupi dengan debu emas secara ritual dalam satu perayaan keagamaan yang diadakan di Tasik Guatavita, Bogotรก.


10. Atlantis

Misteri, Sepuluh, Kota, Kuno, Yang, Hilang

Atlantis  adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias
Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules", dan memiliki angkatan laut yang menaklukkan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Namun dalam kisahnya lokasi dari Atlantis tidaklah jelas dan sangat terbatas. Oleh karena itu ada sebagian orang mengatakan Atlantis adalah kota dongeng dan ada sebagian juga yang mengatakan Atlantis adalah salah satu misteri dunia yang sampai sekarang belum terpecahkan. 
    

Sumber:
Wikipedia
Tahupedia.com

      

Kecanggihan Teknologi Nenek Moyang Bangsa Indonesia


Sejak zaman dahulu, Negara Indonesia telah memiliki peradaban yang tinggi, Ini dibuktikan dengan adanya teknologi-teknologi canggih yang dibuat oleh Nenek Moyang bangsa Indonesia di antaranya:

1. Pranata Mangsa : Sistem penanggalan musim bukti kepandaian ilmu astronomi



Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, Masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Pengamatan pada langit sudah dipakai dalam pertanian dan pelayaran sejak dahulu. Dalam adat Jawa sistem ini dikenal sebagai Pranata Mangsa yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam yang pada umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.
Menurut Daldjoeni di bukunya "Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa", Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian. Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan model Farming Almanac ala Amerika, Pranata Mangsa jauh lebih maju. 

Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Hal itu dikarenakan nenek moyang kita dulu mempelajari gejala-gejala alam seperti musim hujan/kemarau, musim tanaman berbunga/berbuah, posisi rasi bintang, pengaruh bulan purnama, dan sebagainya. Dengan mempelajari gejala-gejala alam tersebut nenek moyang kita dapat lebih menghargai kelestarian alam. 

2. Tempe : Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan
Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan. Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China,Jepang,India dll.
Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia. Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata "tempe". Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni masak dunia.  

3. Rumah Gadang : Arsetektur rumah tahan gempa
Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Para nenek moyang orang Minang ternyata berpikiran futuristik alias jauh maju melampaui zamannya dalam membangun rumah. Konstruksi rumah gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi. Rumah gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter. Bentuk rumah gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan. Rumah gadang yang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur. Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi. Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut

Darmansyah, ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, Nahdatul Ulama (LPBA NU) Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada zamannya.
4. Karinding : Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara
Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Ternyata nenek moyang dan leluhur kita mempunyai suatu alat musik tiup tradisional yang berfungsi sebagai hiburan sekaligus pengusir hama. Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul). Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas. Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian.

Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.
Kecanggihan Karinding sebagai bukti bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah mampu menciptakan alat yang menghasilkan gelombang suara. Ini aadalah alat mengusir hama yang aman bagi lingkungan. Dibutuhkan perhitungan yang teliti untuk menciptakan alat musik seperti itu.
5. Pengindelan Danau Tasikardi : Kecanggihan teknologi penjernihan air
Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke-16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan. Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas. Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm. Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai.

Danau Tasikardi sendiri merupakan danau buatan. Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu. Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang. 

6. Si Gale-gale : Teknologi robot tradisional Indonesia
Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia 

Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari.

Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang. Sigale - gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak.

Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia. Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari.
Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.

7. Benteng Keraton Buton : Arsitektur bangunan untuk pertahanan


Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur. Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga/kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara. Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri. Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Benteng ini menunjukkan betapa hebatnya ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan.

8. Keris : Kecanggihan teknologi penempaan logam
Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau. Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya. Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit. Perkembangannya teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga).

Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat. Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius. Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.

Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua.

9. Kapal Jung Jawa : Teknologi kapal raksasa
 


Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas. Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di ”Laut Selatan”.

Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar. Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. "Mereka mengaku keturunan Jawa," kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.

Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13. Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata "Jung" digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14, mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.

Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis. Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.

10. Candi Borobudur : Bukti kecanggihan teknologi arsitektur

Kecanggihan, Teknologi, Nenek, Moyang, Bangsa, Indonesia

Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah. Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit. Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal. Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa.

Sebenarnya masih banyak teknologi-teknologi yang digunakan nenek moyang kita yang tidak dituliskan disini. Dari penemuan-penemuan itu sebenarnya sejak dulu bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi canggih di zamannya maka tidak pantas lah bila kita menyombongkan diri sebagai generasi sekarang bila kita tidak menghargai dan mengapresiasi leluhur kita. Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun. Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas. Nenek moyang kita juga telah menemukan benda-benda yang tebilang sederhana tapi banyak manfaatnya. Itu bukti bahwa nenek moyang kita sangat cerdas. Penjajahlah yang telah membuat kita lemah dan kurang percaya diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa yang merdeka kita harus dapat bangkit kembali untuk menyejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah maju. 

Sumber: Indonesia Top

 



Makam Cangrande Berusia 700 Tahun Di Bongkar Kembali


Makam, Cangrande, Berusia, 700, Tahun, Di, Bongkar, Kembali

- Cangrande della Scala seorang panglima perang pada abad pertengahan dan orang yang paling kuat dalam sejarah Verona, Pelindung dari penyair Dante Alighieri yang yang hidup dari tahun 1291-1329 meninggal pada usia 38 tahun pada 22 Juli 1329 yang di indetifikasikan meninggal karena di racun dengan tanaman yang sangat mematikan yang dikenal sebagai Digitalis atau Foxglove.

"Dia menjadi sakit dengan muntah dan diare hanya beberapa hari setelah memenangkan pertempuran atas kota Treviso ," ujar Gino Fornaciari, seorang profesor sejarah kedokteran dan Paleopathology di University of Pisa kepada Discovery News.

Kemenangan atas Treviso adalah peperangan terakhir dalam perjuangan Cangrande untuk menguasai seluruh wilayah Veneto di Italia bagian Utara.

Menurut laporannya, ia telah tertular penyakit beberapa hari sebelum peperangan dengan meminum air yang sudah tercemar.

Pada tahun 2004, rumor keracunan Cangrande tersebar lagi setelah 675 tahun kematiannya. Sehingga sebuah tim yang di pimpin oleh Gino Fornaciari membongkar makam marmer berukir bangsawan itu di sebuah Gereja Santa Maria Antica di Verona.

Di dalam Journal of Archaeological Science Fornaciari mengatakan bahwa "Mumi masih mengenakan pakaian dan dalam keadaan baik, berbaring dengan tangan dilipat ke dada, dengan panjang 5 kaki 7 inci,"

Dengan menggunakan X-Ray digital dan CT Scan Tim Peneliti menemukan makanan muntahan di tenggorokan, tanda-tanda arthritis pada siku dan pinggul, bukti TBC dan kemungkinan sirosis.

"Setelah diteliti lebih lanjut pada kotoran menunjukan adanya serbuk sari chamomile, murbei hitam dan "benar-benar tak terduga dari foxglove," kata para peneliti.

Analisis toksikologi dikonfirmasi konsentrasi digoxin dan digitoksin, dua glikosida Digitalis, baik dalam hati dan dalam kotoran.

"Meskipun tidak mungkin untuk menyingkirkan benar-benar intoksikasi disengaja, hipotesis yang paling mungkin adalah bahwa dari administrasi yang disengaja dalam jumlah mematikan dari Digitalis," Fornaciari dan rekan menyimpulkan.

Memang, gejala gastrointestinal ditunjukkan oleh Cangrande di jam terakhir hidupnya dan dijelaskan oleh sumber-sumber sejarah yang kompatibel dengan tahap awal Digitalis keracunan.

Menurut para peneliti, racun foxglove mungkin telah bercampur dalam rebusan yang mengandung chamomile, sebagian besar digunakan sebagai obat penenang dan obat antispasmodic, dan murbei hitam, digunakan sebagai astringent, yang dipersiapkan untuk pengobatan sakit dari Cangrande.
 

Setelah kematian Cangrande, salah satu dokter nya digantung oleh penggantinya dan keponakan Mastino II.

"Hal ini menambah dugaan yang memungkinkann bahwa kecurangan itu setidaknya dicurigai, meskipun yang pada akhirnya di belakang pembunuhan itu kemungkinan akan tetap menjadi misteri," kata Fornaciari.

Cangrande pasti memiliki musuh. Di antara tersangka utama adalah negara-negara tetangga, Republik Venesia atau Ducate Milan, khawatir tentang pertumbuhan kekuatan Cangrande.

Tapi pembunuh bisa juga menjadi seseorang yang lebih dekat ke Cangrande.
 

Sumber: discovery.com  



  

10 Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan Dari Abad Pertengahan


Abad Pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Romawi Barat dibawah prakarsa Raja Charlemagne pada abad ke-5 hingga munculnya monarki-monarki nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme serta revormasi Protestan dengan dimulainya Renaisans pada tahun 1517 masehi.   

Pada abad pertengahan adalah masa yang sangat buruk dibandingkan dengan zaman sekarang ini. Banyak orang miskin menderita berbagai penyakit dan kebebasan mereka di jajah oleh para tuan tanah kaya. Jika ada yang melakukan kejahatan dan tidak mampu membayar denda, tangan, bibir atau lidah anda akan di potong.

Banyaknya teknik penyiksaan yang dilakukan pada abad pertengahan yang sangat dilarang oleh agama. Tetapi zaman pertengahan adalah zaman dengan Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan yang dapat menimbulkan sakit luar biasa atau meninggal. Ya teknik penyiksaan pada zaman pertengahan dibuat untuk menekan korban secara psikologis dengan kerusakan fisik yang sangat menyakitkan.

Dibawah ini ada 10 Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan Dari Abad Pertengahan yang dapat kita lihat.

1. Mpalement

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Vlad the Impaler (Dracula) dari abad ke-15 di Rumania, Anda akan menyaksikan penyiksaan korban dengan cara duduk didekat tiang yang tajam dan tebal. Tiang kemudian diangkat tegak dan akan menusuk korban berdasarkan kekuatan fisik si korban.

Seringkali tiang tersebut ditempatkan di ujung dada sehingga ujungnya tepat di bawah dagu sehingga semakain lama akan menusuk dagu korban yang biasanya korban hanya dapat bertahan dalam 3 hari.  Vlad melakukan ini terhadap sekitar 20.000 - 300.000 orang korban. Dikatakan dia menyaksikan penyiksaan ini sambil menikmati jamuan makan.

2. Yudas Cradle.

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Yudas Cradle adalah teknik penyiksaan yang dilakukan dengan cara korban di dudukan pada sebuah ujung piramida yang sangat tajam. Kemudian diturunkan secara perlahan-lahan dengan menggunakan seutas tali. Tujuannya adalah untuk merenggangkan lubang tersebut dengan jangka waktu tertentu sehingga perlahan-lahan akan menusuk dubur atau kemaluan korban.

Korban biasanya disiksa dalam keadaan telanjang sehingga menambah beban psikologis kadang juga ditambahkan beban di kaki korban untuk menambah rasa sakit korban dan mempercepat kematian korban. Penyiksaan ini bisa berlangsung dalam beberapa jam atau beberapa hari sampai korban meninggal.

3. Coffin

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Coffin adalah teknik penyiksaan yang paling di takuti pada abad pertengahan dan sering terlihat di film-film tentang penggambaran penyiksaan ini (lihat. Montly Phyton Holy Grail) . Korban akan ditempatkan di sebuah kandang besi berbentuk badan manusia.

Korban akan dimasukan kekandang besi tersebut yang kemudian digantung pada sebuah pohon besar atau di tiang gantungan dibawah teriknya sinar matahari yang memungkinkan burung atau binatang lainnya untuk memakan daging korban. Kadang-kadang penonton melempari batu untuk lebih menekankan rasa sakit bagi korban.  Kejahatan seperti ajaran sesat (bid'ah) atau menhujat yang akan dihukum dengan cara ini.

4. Rack

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Rack ini dirancang supaya urat nadi korban dapat terkilir. Alat ini biasanya terdiri dari  bingkai kayu dengan dua tali yang di ikatkan pada bagian bawah dan 2 tali lagi di ikatkan ke bagian atas. Sebagai penyiksa akan memutar pegangan tali, tali akan menarik lengan korban, Tali akan menarik lengan korban sampai patahnya tulang korban. Jika penyiksa terus memutarkan tali pegangan tersebut, maka beberapa bagian tubuh korban akan robek saat itu juga.

Pada abad pertengahan teknik baru penyiksaan Rack muncul. Korban akan di letakan di sebuah meja yang atasnya diletakkan paku yang akan menembus punggung korban. Sebagian anggota badan akan ditarik secara terpisah begitu juga dengan sumsum tulang belakang yang akan menimbulkan rasa skit luar biasa. 

5. Ripper Payudara

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Digunakan sebagai hukuman yang sangat mengerikan bagi wanita. Alat ini akan mencabik yang akan menimbulkan rasa sakit luar biasa, kehilangan banyak darah dan memutilasi payudara korban. Hukuman ini dijatuhkan kepada wanita yang dituduh telah melakukan aborsi atau penzinahan.

6. The Pear

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Alat brutal ini digunakan untuk menyiksa wanita yang telah melakukan aborsi, pembohong, penghujat dan homosexual. Alat ini berbentuk buah pir yang akan dimasukan kedalam salah satu lubang wanita. Vagina bagi wanita aborsi, Anus bagi homosexual dan mulut bagi wanita pembohong atau penghujat.

Alat ini terdiri dari empat helai daun yang perlahan-lahan terpisah satu sama lain sebagai penyiksa dengan sekrup terbalik dibagian atasnya. Sehingga alat ini akan merobek atau memperbesar lubang yang dimasukan alat ini 

7. The Catherine Wheel

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Alat ini dibuat untuk membunuh korban secara perlahan-lahan. Anggota badan korban akan di ikat di jari-jari roda kayu besar. Roda tersebut perlahan-lahan diputar dan penyiksa akan menghancurkan kaki korban dengan sebuah palu besi.

Setelah tulang-tulang tubuh korban patah, penyiksa akan meninggalkan korban sendirian yang secara perlahan-lahan akan mati. Kadang-kadang roda di tempatkan pada tiang yang lebih tinggi sehingga burung atau binatang lain untuk memakan daging korban. Ini bisa memakan waktu 2 samapi 3 hari untuk memastikan bahwa si korban sudah betul-betul mati.

Kadang-kadang sang algojo bermurah hati untuk langsung menyerang korban pada bagian dada dan perut. Pukulan yang lebih dikenal sebagai "kudeta de grace" atau pukulan belas kasihan dapat langsung mematikan korban.

8. Gergaji Penyiksaan

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Gergaji adalah bentuk penyiksaan umum yang mudah di temukan. Ini adalah cara mudah untuk menghukum korban yang dituduh sebagai penyihir, perzinahan, pembunuhan, penghujatan atau bahkan pencurian.

Korban akan di ikat secara terbalik sehingga darah akan dialihkan ke otak. Hal ini memastikan bahwa korban dipertahankan kesadarannya selama mungkin, memperlambat kehilangan darah dan menyebabkan penghinaan yang maksimal. Penyiksaan jenis ini bisa berlangsung dalam beberapa jam.

9. The Head Crusher

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Kepala Crusher adalah metode penyiksaan yang populer digunakan oleh Inkuisisi Spanyol. Dagu akan diletakan diatas batang bagian bawah dan kepala dibagian topi atas. Penyiksa perlahan=lahan memutar sekrup menekan batang untuk melawan topi. Kepala secara perlahan-lahan di kompresi yang akan menghancurkan bagian gigi dalam rahang, bola mata yang keluar sehingga korban akan cepat mengalami kematian.

10. The Knee Spliter

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Alat ini sangat disukai bagi Inkuisisi Spanyol karena sifatnya yang fleksibel. Alat pemisah lutut ini dengan tonjolan tajam yang dilengkapi kedua sisinya dengan pegangan yang dapat memutar sehingga dapat meremas atau mencakar lutut korban hingga mengalami patah tulang, menembus kulit dan tulang lutut. 

Meskipun penggunaannya jarang mengakibatkan kematian, tetapi akibat yang di timbulkannya lutu menjadi tidak berguna sama sekali. Alat ini juga bisa digunakan pada bagian tubuh lainnya seperti siku, lengan dan bahkan juga pada bagian bawah kaki.

Jumlah paku The Knee Spliter (pembagi lutut) juga bervariasi antar 3 sampai lebih dari 20 buah. Beberapa cakar dipanaskan terlebih dahulu untuk memaksimalkan rasa sakit.

Itulah 10 Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan Dari Abad Pertengahan yang sangat sadis dan mematikan. Semoga itu semua tidak pernah ada lagi pada zaman sekarang. Karena penyiksaan atau hukuman bagi seseorang yang di anggap salah adalah untuk memberi pelajaran jera agar tidak mengulangi perbuatan buruknya lagi bukannya menghakimi dengan cara seperti tersebut diatas. Semoga artikel ini menambah wawasan kita semua.


Sumber: oddee.com